Tengah Hamil, Rinni Wulandari Idap Penyakit Radial Tenosynovitis

Rinni Wulandari dan Jevin Julian

Diarylounge.com, Rinni Wulandari istri dari musisi Jevin Julian kini tengah berbahagia dikarenakan tidak lama lagi akan menjadi seorang ibu. Rinni yang saat ini sedang mengandung buah cintanya kini berusia empat bulan.

Di tengah kebahagiaannya tersebut, penyanyi jebolan Indonesia Idol 2007 merasa sedih karena saat ini dirinya terserang penyakit radial tenosynovitis. Ini merupakan penyakit hormon karena hamil.

Kabarnya, sejak awal kehamilan pertamanya tersebut, jempolnya tak bisa digerakkan. Rinni Wulandari mengaku ada salah satu uratnya yang terjepit.

Penyakit yang diderita Rinni Wulandari ini memang tak akan berlangsung lama. Dokter menjelaskan, usai melahirkan, dirinya akan kembali normal.

Lalu apa itu penyakit radial tenosynovitis?

Penyakit radial tenosynovitis atau istilah kedokterannya De Quervain Syndrome adalah peradangan yang terjadi pada tendon di ujung pangkal ibu jari. Peradangan ini mengakibatkan pembengkakan dan membuat ibu jari tak dapat digerakan.

Penyakit radial tenosynovitis terjadi ketika tendon yang menggerakkan ibu jari ke atas atau ke luar (jauh dari jari telunjuk) terasa nyeri dan bengkak. Gejalanya paling sering dilaporkan dengan gerakan mencengkeram dan memutar berulang-ulang.

Penyakit Radial Tenosynovitis
Sumber: nutraingredients

Dua tendon yang sering terkena adalah otot ekstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus. Tendon ini melewati ujung radius (radial styloid) di pergelangan tangan. Biasanya, mereka meluncur melalui kanal (extensor retinaculum) tanpa kesulitan (kompartemen dorsal pertama). Gerak jempol dan pergelangan tangan menjadi menyakitkan dan sulit saat tendon menjadi menebal dan tidak meluncur dengan lancar.

Penyebab tenosynovitis tidak diketahui, namun gejala dapat dikaitkan dengan pegangan berulang, genggaman, dan getaran dengan ibu jari yang diposisikan di jari tangan sementara pergelangan tangan bergerak ke arah telapak tangan (tertekuk) dan menuju sisi jari kelingking tangan. Seperti yang mungkin terjadi saat mengangkat atau memutar. Konsepnya mirip dengan trigger finger.

Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita penyakit radial tenosynovitis adalah nyeri pada sisi radial pergelangan tangan, kejang, nyeri tekan, sesekali rasa terbakar di tangan, dan terjadi pembengkakan di atas ibu jari dari pergelangan tangan, dan kesulitan mencengkeram sisi yang terkena tangan. Awitannya sering bertahap. Nyeri diperparah dengan gerakan jempol dan pergelangan tangan, dan bisa menyebar ke ibu jari atau lengan bawah

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi Halimun Medical Center, Briliantono M. Soenarwo, mengatakan, penyakit radial tenosynovitis tidak berbahaya. Meski dalam kasus yang parah, penyakit ini bisa dilakukan tindakan operasi.

Menurut Tony, penyakit radial tenosynovitis akan sembuh jika peradangannya telah hilang. Tony pun memiliki cara untuk pengobatan penyakit ini dengan merendam bagian yang sakit dengan air hangat.

Adapun, tips agar tak terkena penyakit ini, Tony menyarankan untuk selalu menggerakan jari-jari dan jangan banyak memakai atau menggerakan ibu jari.

Menurutnya, penyakit radial tenosynovitis disebabkan karena peradangan dan bayak menggunakan ibu jari atau pergerakan. “Pada wanita hamil, tendon cenderung bengkak (atau terjadi radial tenosynovitis), karena faktor hormonal,” kata Tony.

Tak hanya pada wanita hamil, Tony melanjutkan, radial tenosynovitis juga bisa terjadi pada wanita atau ibu yang baru melahirkan. “Tapi, penyakit ini tidak berbahaya, kalau hilang peradangannya, ya kembali seperti biasa lagi”.

Seperti banyak kondisi muskuloskeletal, pengelolaan penyakit radial tenosynovitis lebih ditentukan oleh konvensi daripada data ilmiah. Dari awal penyakit ini ditemukan pada tahun 1895 bahwa salah satu perawatan yang ditawarkan adalah operasi. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada tahun 2013 menemukan bahwa injeksi kortikosteroid tampaknya merupakan bentuk manajemen konservatif yang efektif pada sekitar 50% pasien, walaupun diperlukan lebih banyak penelitian mengenai sejauh mana manfaat klinisnya.

Beberapa ahli terapi fisik menggunakan perawatan lain dengan alasan untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit dan meningkatkan penyembuhan seperti: UST, SWD, atau perawatan panas dalam lainnya, serta terapi pijat TENS, akupunktur, atau inframerah, dan perawatan laser dingin. Namun, patologi ini mengajarkan pasien untuk mengurangi peradangan sekunder mereka tidak mengobati kondisi yang mendasarinya namun dapat mengurangi rasa sakit mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *