Tanda Kanker Rahim yang Jarang Disadari Kaum Wanita

0
191
Tanda Kanker Rahim
Gambar: Hallo Sehat

Diarylounge.com, Sebagian dari kita masih kerap bingung dalam membedakan tanda kanker rahim dan kanker serviks, dimana keduanya masih dikira hal yang sama. Padahal kanker rahim memiliki nama lain yaitu kanker uterus yang juga diketahui sebagai tumor ganas.

Kanker rahim adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium.

Selain itu, kanker rahim juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi.

Tanda kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi perlu diwaspadai dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Penderita Kanker Rahim di Indonesia

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320 ribu wanita pada tahun 2012.

Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Namun data menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita kanker rahim terbanyak ke empat di Asia, dengan jumlah penderita sebesar 46.849 jiwa selama periode tahun 1997-2002.

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Pengobatan kanker rahim yang umum dilakukan adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, namun membuat pasien tidak bisa hamil.

Kemoterapi dan radioterapi terkadang juga digunakan dan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi hormon juga dapat dilakukan untuk pasien yang belum menopause dan masih ingin memiliki anak.

Wanita yang sudah masuk usia sekitar 50 tahun lebih atau sudah termasuk usia lanjut dan sudah melewati masa menopause biasanya lebih rentan terkena kanker rahim. Ini dikarenakan kanker rahim merupakan hasil produksi dari tumor ganas yang berkembang biak dengan tak diketahuinya pertumbuhan itu sendiri.

Berikut ini adalah tanda kanker rahim dan Cara cepat menanganinya

1. Pendarahan setelah Menopause
Salah satu tanda kanker rahim yang paling kelihatan mungkin adalah yang dirasakan oleh para wanita proses masa menopause sudah berakhir. Tentu pada waktu tersebut, datang bulan bukan lagi siklus bulanan yang harus dihadapi, tapi ternyata masih tetap bisa mengalami pendarahan.

2. Siklus Menstruasi Abnormal
Menstruasi yang abnormal bisa terjadi sebagai salah satu tanda kanker rahim. Pada kasus ini, wanita dengan siklus menstruasi yang tidak normal bisa jadi sedang mengidap kanker rahim sehingga memang sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri secepatnya.

3. Nyeri saat Buang Air Kecil
Pernah saat buang air kecil ada rasa nyeri yang dialami? Ini bukan kondisi biasa apabila terlalu sering terjadi dan apalagi kalau dialami secara berkepanjangan. Kemungkinan besar rasa nyeri setiap buang air kecil adalah tanda kanker rahim yang bersarang di dalam rahim kita yang kalau tak segera diatasi dapat menjadi kanker ganas.

4. Sakit di Bagian Panggul
Selain dari rasa nyeri yang dapat terasa saat buang air kecil, rasa nyeri atau sakit pun akan dirasakan di bagian panggul. Jadi ketika kita merasakan ada yang tak beres di bagian satu ini, sebaiknya segera memeriksakan diri, khususnya kalau rasa sakit itu terus muncul disertai dengan gejala lainnya.

5. Sakit ketika Berhubungan Intim
Rasa sakit pun akan muncul ketika sedang melakukan hubungan intim dengan pasangan. Rasa sakit tersebut bisa di bagian panggul seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Ketika hal ini terjadi, jangan takut untuk segera ke dokter memastikan apa yang tengah terjadi dan apakah benar ada tanda kanker rahim yang sedang diderita.

6. Benjolan di Perut Bawah
Untuk secara fisik, ada ciri yang dapat coba diperhatikan, yakni benjolan pada bagian perut bawah yang bakal dapat dirasakan apabila kita mengeceknya dengan seksama. Tentu adanya benjolan yang mencurigakan harus segera ditanyakan ke dokter karena itu bisa jadi tumor yang tengah berkembang.

7. Berat Badan Turun Drastis
Kita pun patut curiga apabila berat badan kita bisa mengalami penurunan yang amat drastis, padahal kita makan seperti biasa. Namun, terkadang berat badan yang hilang secara terus-menerus dapat dikarenakan rasa sakit yang tak tertahankan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh dan membuat kita kehilangan selera makan.

8. Sistem Daya Tahan Tubuh Menurun
Kanker rahim pada dasarnya agak susah terdeteksi apalagi sejak awal dikarenakan ketidaksadaran penderitanya bahwa virus telah menginfeksi tubuhnya. Dan ini semua disebabkan oleh proses perjalanan dari infeksi virus HPV yang tergolong sangat lama sampai akhirnya menjadi kanker.

9. Bercak Vagina Berbau
Pada kondisi yang sudah berada di stadium lanjut, bercak vagina yang berbau dapat terjadi dan dialami oleh penderita kanker rahim. Ketika sudah muncul bau yang tak biasa dan bercak tersebut pun dianggap tak normal, jangan ragu langsung mendeteksinya dengan melakukan serangkaian tes diagnosa supaya penanganan tepat bisa segera diberikan.

Penyebab Kanker Rahim
Bentuk Rahim
Gambar: detoxfull

Para wanita harus lebih waspada terhadap kesehatan rahimnya karena selain kanker serviks, kanker rahim pun mampu membahayakan nyawa. Mungkin kita akan menjadi penasaran apa-apa saja yang menyebabkan kanker rahim di dalam tubuh.  Berikut faktor apa saja yang menaikkan risiko terkena kanker rahim.

1. Usia
Usia seorang wanita yang masuk 50 tahun malah lebih besar potensinya terkena kanker rahim. Apalagi setelah masa menopause, risiko akan menjadi lebih meningkat dari sebelum menopause. Maka check up ke dokter secara rutin sangat dianjurkan sehingga kanker dan penyebarannya bisa diketahui dini.

2. Terapi Penggantian Hormon Estrogen
Pernah mendengar jenis terapi ini? Terapi ini memang ada dan sebaiknya terapi jenis ini diberikan cukup pada para wanita yang telah menempuh proses histerektomi. Apabila masih ada rahimnya atau belum diangkat, maka terapi hormon kombinasi antara progesteron dan estrogen dapat dilakukan demi membuat risiko kanker rahim berkurang.

3. Pajanan terhadap Estrogen
Para wanita wajib untuk berhati-hati dan selalu waspada akan tingginya risiko mengidap kanker rahim, apalagi kalau tingkat pajanan terhadap estrogen makin tinggi. Sesudah menopause, akan terjadi perhentian produksi hormon progesteron, sementara produksi hormon estrogen tetap jalan meski memang terjadi penurunan kadar secara drastis.

4. Pemakaian Tamoksifen
Tamoksifen adalah sejenis obat yang memiliki kemampuan dalam menaikkan risiko kanker rahim untuk para pengonsumsinya. Tentu saja setiap obat yang kita konsumsi selalu memberikan efek samping, namun satu obat dan lainnya memberikan efek samping serta risiko yang berbeda.

5. Diabetes Tipe 2
Wanita dengan risiko diabetes tipe 2 memiliki potensi terjangkit kanker rahim lebih tinggi juga daripada para wanita tanpa risiko diabetes. Maka bila memang merasa mempunyai risiko tersebut, sebaiknya langsung coba pastikan dengan memeriksakan diri ke dokter karena kondisi rahim dalam hal ini termasuk terancam.

6. Belum Pernah Mengalami Kehamilan
Kadar estrogen lebih rendah dari kadar progesteron di saat wanita sedang hamil dan itulah yang membuat risiko kanker rahim lebih tinggi menyerang wanita-wanita yang belum pernah mengalami proses kehamilan.

7. Sindrom Ovarium Polisistik
Bagi para wanita yang mengidap sindrom jenis ini, atau yang juga kita kenal dengan istilah ovarium polisistik, risiko terserang kanker rahim menjadi lebih tinggi. Alasannya karena wanita dengan sindrom ini bakal lebih tinggi pajanannya akan kadar estrogen yang artinya juga menaikkan potensi rahim diserang sel-sel kanker.

8. Obesitas
Bahaya obesitas tidak hanya sebatas pada penyakit kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, jenis-jenis penyakit jantung yang mematikan, asam urat, atau bahkan stroke. Obesitas pun mampu menaikkan potensi seorang wanita mengalami kanker rahim.

Metode Diagnosa Tanda Kanker Rahim

Tidak sulit untuk mendeteksi adanya ketidakberesan yang ada pada rahim kita. Bila sudah ada gejala-gejala yang timbul dan dirasa tak normal, seperti terjadinya pendarahan yang terus keluar dari vagina, memeriksakan diri akan menyelamatkan nyawa kita secara dini.

Berikut adalah dua metode diagnosa yang dokter kerap anjurkan:

  1. Tes Biopsi, Metode pemeriksaan satu ini dilakukan dokter dengan sel-sel sampel yang diambil dari dinding rahim kita untuk kemudian dapat diperiksa secara seksama. Inilah yang kemudian perlu dokter cek dan lihat di bawah mikroskop. Kuret, hitereskopi, dan aspirasi jarum halus adalah tiga cara yang biasa dipilih dokter dalam melakukan biopsi terhadap pasien.
  2. Tes USG Transvaginal, Bagi yang belum tahu, tes jenis ini biasanya dokter pakai supaya perubahan tebal tipisnya dinding rahim dapat diperiksa lebih cermat. Terkadang perubahan ketebalan dinding rahim dapat terjadi tanpa kita sadari yang kemungkinan besar sebagai akibat adanya sel-sel kanker yang mulai menginvasi.
  3. Tes Darah, Rontgen Dada, CT Scan, dan MRI Scan. Semua tes ini adalah tes-tes lain yang bakal perlu ditempuh oleh pasien yang sudah positif memiliki kanker rahim. Tahap stadium atau perkembangan dari kanker tersebut dapat diperiksa melalui rangkaian tes ini.
Pengobatan Kanker Rahim

Kanker rahim sepintas terdengar mengerikan karena yang namanya kanker selalu terkesan mengerikan dan mematikan, bahkan jarang ada obat yang mampu menyembuhkan kanker secara total. Karena obat medis yang makin canggih dan juga pengobatan alternatif yang menjamur. Berikut jenis pengobatan kanker rahim:

Pengobatan Medis
Dokter dapat mengatasi kanker rahim apalagi kalau stadiumnya masih stadium awal-awal, maka penting untuk mengetahui gejalanya dan sesegera mungkin periksakan diri ke dokter. Radiasi dan operasi histerektomi adalah dua pilihan paling utama cara pengobatan kanker rahim yang bakal dokter akan tawarkan kepada pasien.

Namun, tentu setiap pilihan ada risiko atau efek samping yang memang harus diterima. Seperti halnya histerektomi yang memang efektivitasnya tinggi, tapi juga tak lepas dari adanya efek samping.

Efek yang paling terlihat adalah turunnya kualitas seksual serta kehilangan kemampuan reproduksi, belum lagi ditambah dengan adanya depresi kronis sehingga makin tak nyaman di kemudian hari setelah proses histerektomi ini.

Pengobatan Alternatif
Apabila medis tidak bekerja atau tidak efektif, pengobatan alternatif adalah yang selalu dicari. Bahkan ada pula yang mungkin tidak tertarik untuk mencoba pengobatan medis dan langsung mencari obat alternatif yang ampuh.

Tanaman herbal Sarang Semut yang berasal dari Papua adalah yang dianggap mampu mengobati kanker rahim dan kanker serviks secara efektif. Tanaman ini diketahui mengandung kadar tinggi akan senyawa antioksidan dan flavonoid dari mekanisme penyerangan.

Penyembuhan kanker serviks berdasarkan stadium penderita memang menjadi dasar, tapi dengan tanaman inilah, pertumbuhan dan penyebaran sel kanker akan dapat ditekan dengan mudah sehingga proliferasi kanker juga bisa diturunkan terhadap organ-organ tubuh kita yang lain pada stadium berapapun.