Jangan Sepelekan Mitos Alergi, Agar Tidak Salah Kaprah

0
86
mitos alergi pada anak

Tidak ada yang suka menderita alergi karena akan menghambat aktivitas yang dijalaninya. Sebab, ada kalanya kita harus menghindari aktivitas tertentu yang berpotensi menghadirkan alergen dan membuat tubuh bereaksi dengan alergi tersebut. Alergi sendiri bisa terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari udara, debu, suhu, makanan, sampai obat tertentu.

Apabila Anda menderita alergi khususnya yang berkaitan dengan udara atau saluran pernapasan, maka tidak perlu risau karena sudah ada Obat semprot hidung untuk sinusitis yang bisa mengatasi alergi seketika. Akan tetapi, masih banyak juga diantara kita yang berhadapan dengan mitos-mitos tertentu seputar alergi. Lantas, apakah kita harus percaya dengan mitos seputar alergi atau mengabaikannya begitu saja? Berikut ini beberapa mitos yang perlu dipahami bersama.

Alergi hanya untuk anak-anak

Menurut Neeta Ogden, MD , juru bicara ACAAI. “Anda pasti dapat mengembangkan alergi sebagai orang dewasa,”. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tahunan ACAAI pada tahun 2017, misalnya, menunjukkan bahwa hampir setengah dari orang dewasa yang alergi makanan mengembangkan alergi mereka di masa dewasa.

Kebanyakan orang yang mengembangkan alergi pada orang dewasa biasanya melakukannya pada usia dua puluhan dan tiga puluhan, meskipun mungkin untuk mengembangkannya pada usia berapa pun, kata W. Edward Davis, III, MD , seorang ahli alergi di Ochsner Medical Center di New Orleans. “Saya bahkan sudah membawa anak berusia 85 tahun ke kantor saya dengan rinitis alergi atau demam,” katanya. “Ini tidak biasa, tapi aku sudah melihatnya.”

Serbuk sari dan alergi makanan

Penderita demam bisa menderita sindrom serbuk sari makanan. Juga dikenal sebagai sindrom alergi oral, ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen yang ditemukan dalam serbuk sari serta pada buah-buahan, sayuran, atau kacang-kacangan mentah tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis serbuk sari yang terkait dengan makanan tertentu:

  1. apel, ceri, persik, pir, seledri, almond, dan hazelnut
  2. aprikot, ceri, nektarin, tomat, wortel, dan kenari
  3. melon, jeruk, semangka, kentang, dan kacang
  4. pisang, blewah, melon, mentimun, dan labu

Buah-buahan dan sayuran ini mungkin tidak memicu reaksi alergi ketika mereka dimasak, tetapi cara terbaik untuk mengobati sindrom serbuk sari makanan adalah dengan menghindari makanan-makanan ini.

Itulah dua mitos yang sering beredar di masyarakat tentang alergi dan perlu dipahami faktanya. Selain mempersiapkan obat untuk alergi, siapkan juga vometa sirup obat muntah anak untuk berjaga-jaga di rumah Anda. Semoga bermanfaat.