Liburan Seru Berkat Promo Tiket Pesawat ke Bali

0
275
Tiket Pesawat ke Bali
Promo Tiket Pesawat ke Bali

Diarylounge.com, Tinggal di ibu kota tidak seenak yang dibayangkan. Hiruk-pikuk ibu kota sering kali membuat suasana hati cepat naik turun. Setiap hari harus berkecimpung dengan kemacetan, deadline pekerjaan, juga setumpuk pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sepertinya Liburan menjadi solusi terbaik bagi saya untuk menghilangkan segala penat. Terlintas dalam benak untuk sejenak melepas kepenatan dari berbagai rutinitas tersebut. Sambil browsing saya melihat promo tiket pesawat ke Bali di layar laptop. Lalu terbayang betapa menyenangkannya bila bisa berlibur kesana.

Siapa yang tidak tau pulau Bali? Pulau kecil diantara pulau jawa dan nusa tenggara yang selalu menyajikan berjuta keindahan bagi para penikmat wisata. Tidak hanya tenar di negeri sendiri, Bali juga terkenal hingga mancanegara. Pulau ini menjadi aset wisata terbaik Indonesia saat ini.

Tanpa berpikir panjang akhirnya saya memutuskan mengambil cuti dari pekerjaanku untuk melakukan perjalanan wisata ke pulau Bali. Setelah browsing-browsing di internet, saya menemukan tiket promo ke Bali yang pas untuk saya yaitu dari Pegipegi. Sebuah website yang menyediakan berbagai kebutuhan wisata. Tidak hanya menyediakan tiket pesawat saja, tapi juga reservasi hotel hingga tiket kereta api.

Pegipegi juga menyediakan berbagai artikel mengenai wisata, mulai dari rekomendasi tempat wisata dan hotel, destinasi wisata, kuliner, event dan festival, berita hingga tips-tips travelling. Jadi tidak usah khawatir salah pilih hotel atau tersasar di tempat wisata.

Meski akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan mengenai harga tiket pesawat ke Bali mahal namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap berlibur ke Bali. Beli tiket di Pegipegi tidak perlu khawatir kantong bolong karena selalu menawarkan berbagai promo menarik. Selain harga tiket yang murah, proses pemesanannya pun mudah dan tidak ada biaya tambahan lainnya.

Tiba lah hari yang dinantikan, hari dimana saya terbebas dari segala permasalahan di ibu kota. Selama dalam perjalanan, setiap melihat ke arah jendela pesawat yang terlihat adalah hamparan laut biru dan sesekali melihat gulungan awan putih yang indah. Tidak sabar rasanya untuk segera sampai dan menikmati keindahan pulau dewata.

Setibanya di sana, sapa hangat warga Bali disertai wewangian dan ornamen khas pulau ini menyambut kedatangan saya. Kuta menjadi daerah yang saya pilih untuk singgah. Selain letaknya yang strategis, Kuta juga merupakan pusat wisata di Bali.

Penginapan saya tidak jauh dari pantai Kuta, hanya berjarak sekitar 200 meter saja, sengaja di pilih agar bisa puas memandangi hamparan laut dari jendela hotel. Setelah beristirahat sejenak di hotel, saat menjelang petang saya habiskan waktu di pantai Kuta sambil menikmati indahnya sunset. Sepulangnya dari Pantai Kuta, saya mulai membuat list tempat-tempat wisata mana saja yang akan saya kunjungi selama berlibur di Bali.

Menikmati Sunset di Pantai Kuta

Batal Naik Wahana High Rope di Hari Pertama

Keesokan harinya, saya mulai petualangan saya di pulau Bali. Tanah Lot adalah tempat pertama yang saya kunjungi, hampir semua orang yang pernah berkunjung ke Bali pasti tau tempat ini. Tanah lot merupakan sebuah pura tradisional Bali yang terletak di pulau yang kecil berbatu. Terdapat dua pura, dimana 1 pura terletak di atas bongkahan batu besar dan satu lagi terletak di tepi tebing.

Tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Rata-rata para wisawatan datang ke Tanah Lot untuk berfoto sambil menikmati keindahan alam nya yang luar biasa. Meski matahari mulai terik dan cuaca mulai terasa panas, tapi itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap menikmati pemandangan di Tanah Lot. Sayangnya saat itu air laut sedang pasang sehingga saya diperbolehkan mengunjungi pura yang terletak di bebatuan.

Indahnya Tanah Lot

Menjelang siang dan setelah puas menikmati indahnya Tanah Lot, saya pun bergegas pindah ke tempat wisata lain yang tak kalah terkenal yaitu Bali Tree Top. Letaknya sedikit agak jauh dari Tanah Lot, kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Selama perjalanan saya membayangkan bisa bermain wahana high rope, namun sayang 300 meter jelang pintu masuk tiba-tiba hujan deras dan petugas akhirnya menutup wanaha tersebut karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengunjung.

Hujan ternyata terus mengiringi selama perjalanan. Akhirnya saya memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat dan merencanakan tempat lain yang akan dikunjungi esok hari.

Jalan-jalan ke Pura Uluwatu hingga Naik Parasailing di Hari Kedua

Keesokan harinya matahari pagi bersinar sedikit terik dari biasanya. Tempat yang akan dikunjungi hari ini ada 3 yaitu, Pura Uluwatu, GWK dan Pantai Pandawa. Namun Sebelum menuju ke lokasi-lokasi tersebut, saya sempat mampir ke pantai Legian sebentar untuk menikmati sunrise sambil menghirup udara pagi dan menghangatkan.

Di hari kedua ini, tempat pertama yang saya kunjungi yaitu Pura Uluwatu. Pura ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya, sebuah pura yang terletak di tepi tebing tinggi. Karena kunjungan saya bertepatan dengan hari raya kuningan saat itu, sehingga wisatawan tidak diperbolehkan masuk pura sampai dengan prosesi ibadah di pura tersebut selesai.

Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya pura dibuka dan terlihat warga sekitar yang mengenakan pakaian adat khas Bali keluar dari pura sambil memberikan salam dan senyum pada setiap wisatawan yang berpapasan. Setelah berkeliling daerah sekitar pura, saya pun menyisir jalanan setapak di sisian tebing yang berada di samping pura sambil mendengarkan deburan ombak dan memandangi laut yang indah dan jernih.

Santai di tepi Tebing Pura Uluwatu

Tak lama saya berada di sana karena ingin segera berkunjung ke tempat wisata lainnya. GWK atau Garuda Wisnu Kencana Bali adalah tujuan selanjutnya. Saat dalam perjalanan menuju GWK, teringat bahwa di Bali saya punya sodara yang tinggal di daerah Nusa Dua. Karena satu arah dengan GWK maka saya bermaksud mengunjungi saudara terlebih dahulu untuk sekedar bersilaturahmi.

Sesampainya di sana, ternyata dia bekerja di wahana water sport daerah pantai Tanjung Benoa, diajaklah saya menikmati pantai sambil bermain water sport. Berbagai permainan yang menguji adrenalin tersedia seperti speedboat, banana boat, parasailing, jet ski dan masih banyak lagi dan pilihan saya jatuh pada parasailing.

Sebetulnya biaya yang dikeluarkan seharusnya cukup lumayan yaitu sekitar 750.000/orang tapi karena sodara saya salah satu karyawan di sana, jadi hanya bayar setengahnya saja. Lumayan lah ya.

Karena saat itu termasuk musim liburan jadi agak sedikit ramai pengunjung, sehingga saya harus menunggu giliran. Tak lama nama saya pun dipanggil dan seorang petugas menghampiri dan mengajak naik ke sebuah perahu yang diarahkan menuju tengah laut. Sesampainya di tengah sebuah boat sudah menunggu, saya bergegas naik karena sudah tidak sabar merasakan tegangnya terbang di atas laut. Semua perlengkapan keamanan pun dipasangkan dibadan. Boat tersebut berjalan sangat kencang, membuat parasut yang menempel dibadan saya terbang.

Parasailing di Tanjung Benoa

Terdiam sejenak karena kaget dan sedikit ketakutan, namun beberapa saat setelahnya, saya bisa menikmatinya. Sangat menyenangkan! Terbang selama 10 menit sangat tidak terasa. Rasanya ingin diulang lagi, tapi apa daya kantong sepertinya tidak mendukung. Jadi lanjut ke tujuan awal yaitu GWK.

Waktu tempuh menuju GWK hanya setengah jam dari pantai Tanjung Benoa, sempat terlewat Pantai Pandawa yang sebetulnya menjadi tujuan destinasi saya hari itu, tapi harus mengurungkan niat untuk mampir karena waktu sudah hampir sore. Panas udara di sekitar GWK serasa hilang seketika setelah masuk karena banyaknya pepohonan di area itu menjadikannya terasa sejuk. Terpukau melihat patung yang ada di GWK, meski saat itu belum jadi, tapi tetap mengagumi maha karya hasil anak bangsa tersebut.

Garuda
Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana Bali

Hampir satu jam berada di sana, hari mulai beranjak sore, saya pun bergegas pulang. Saya sangat menikmati perjalanan itu, meski udara terasa panas karena saya saat itu hanya menggunakan motor dengan niat untuk menghemat waktu dan menghindari macet. Di Bali, ada jalan tol khusus untuk sepeda motor. Tol khusus ini tentunya dipisah dengan jalur mobil. Tol ini menyambungkan bagian pulau yang tadinya terpisah oleh lautan.

Wisata Kuliner di Hari Terakhir

Memasuki hari ketiga alias hari terakhir saya di Bali. Sedih sih karena rasanya belum puas menikmati pulau Dewata. Di hari terakhir ini saya memilih jalan-jalan di sekitar hotel. Saya mencoba menikmati kuliner khas bali yaitu ayam betutu. Katanya, belum ke Bali kalau tidak makan ayam betutu. Selesai makan, saya juga menyempatkan diri membeli oleh-oleh untuk teman dan kerabat di Jakarta. Tibalah saatnya untuk kembali ke ibu kota, saya mengambil penerbangan malam dari Bali ke Jakarta. Meski singkat, tapi liburan saya kali ini terasa sangat menyenangkan. Liburan hemat, bisa menikmati pulau yang indah berkat promo tiket pesawat ke Bali murah dari Pegi-pegi. Sambil menunggu pesawat diberangkatkan, dalam hati saya berdoa bisa kembali ke sini lagi untuk menikmati sisa keindahan pulai dewata yang terlewatkan di liburan kali ini.