Info SehatQ: Ini yang Perlu Diketahui Soal Inseminasi Buatan

0
3
inseminasi buatan

Memiliki keturunan merupakan dambaan hampir semua pasangan. Namun, sayangnya tidak semua pasangan bisa melakukan pembuahan secara alami untuk mendapatkan kehamilan. Tetapi itu bukan berarti pasangan tidak bisa memperoleh keturunan.

Salah satu untuk mendapatkan keturunan bisa dengan melakukan inseminasi buatan. Tindakan medis ini memudahkan terjadinya pembuahan dengan menyemprotkan sperma langsung ke rongga rahim menggunakan tabung tipis yang disebut kateter. Inseminasi buatan bertujuan mendekatkan jarak tempuh perjalanan sperma menuju sel telur menjadi lebih singkat.

Inseminasi buatan dilakukan pada kondisi seperti jumlah sperma yang rendah atau sperma yang tidak mampu menempuh jarak yang terlalu jauh, gangguan ejakulasi atau ereksi, kelainan hormon pada perempuan sehingga terjadi gangguan pematangan sel telur, adanya endometriosis ringan, adanya hambatan berhubungan seksual baik fisik maupun psikologis, infeksi virus yang dapat menular melalui hubungan seksual, serta sulit terjadinya kehamilan karena ketidaksuburan tanpa alasan yang jelas.

 Dibandingkan dengan program kehamilan lainnya seperti bayi tabung, inseminasi buatan lebih murah. Efek sampingnya pun terbilang minimal dengan prosedur yang cukup singkat dan relatif tidak menyakitkan. Proses injeksi sperma sendiri hanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Dengan inseminasi buatan, kemungkinan anak terlahir kembar lebih besar.

 Sebab, pihak perempuan biasanya dianjurkan mengonsumsi obat penyubur kandungan yang bisa memicu pelepasan sel telur lebih dari satu. Sehingga kemungkinan terjadinya pembuahan lebih dari satu lebih besar. Setelah inseminasi buatan pun, pasien tidak memiliki halangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

 Prosedurnya sendiri, biasanya melibatkan pemeriksaan pada organ reproduksi dan kesuburan dari tiap-tiap pasangan untuk mencari tahu adanya kemungkinan penghalang terjadinya kehamilan secara alami. Setelah pemeriksaan, dokter merekomendasikan terapi yang bisa membantu terjadinya kehamilan. Sebelum inseminasi buatan, pasien perempuan mendapatkan obat untuk stimulasi sel telur agar matang. Pada hari inseminasi, sperma yang telah dikeluarkan dipilih dengan kualitas terbaik dan barulah kemudian dimasukkan ke rongga rahim agar terjadi pembuahan.

 Umumnya, pasien sudah bisa mencoba tes kehamilan setelah 2 minggu prosedur injeksi sperma ke rongga rahim. Jika hasilnya negatif, pasien bisa kembali mencoba inseminasi buatan karena hal itu lumrah terjadi. Inseminasi buatan pertama umumnya memiliki keberhasilan sekitar 15-20 persen. Sementara pada inseminasi buatan selanjutnya persentase lebih tinggi yaitu mencapai 45-50 persen pada siklus ke 4-6.