Biografi Soekarno – Sang Proklamator & Presiden Pertama Indonesia

0
58
biografi Soekarno

diarylounge.com, Hai sahabat dairy, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan sosok dan biografi Soekarno sebagai bapak proklamator bangsa ini. Sebagai bangsa yang hebat akan sejarahnya, kita akan membahas sejarah singkat tentang kehidupan bung karno.

Nama beliau yang selalu harum dalam sejarah bangsa Indonesia terus-menerus dipelajari dan diingat pada setiap generasi. Mulai dari anak SD, SMP, SMA hingga Orang Dewasa pasti mengenal nama beliau bersama dengan bapak Mohammad Hatta. Mereka merupakan tokoh yang sangat dikagumi.

Mereka dikenal sebagai Bapak Bangsa Indonesia. Hal itu dikarenakan keduanya merupakan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi presiden dan wakil presiden pertama. Para sahabat dairy yang suka mengikut upacara sekolah dan menghayati saat teks proklamasi.

Pasti ingatkan bahwa beliau lah tokoh yang berperan membuat dan membaca teks proklamasi pertama kali sebagai bukti kemerdekaan negara Indonesia. Sosok Soekarno dikenal sangat kharismatik dengan berbagai pidatonya yang membara semangat anak muda. Hingga saat ini pun semangat dan pidato beliau masih dirasakan dan dikobarkan para pemuda bangsa.

Bukan hanya  dimata rakyat Indonesia, akan tetapi sosoknya juga sangat dikenal di mata dunia. Hal itu dibuktikan melalui penghargaan-penghargaan yang diraihnya. Soekarno merupakan salah satu dari 68 tokoh yang diberikan predikat founding fathers. Itu diberikan kepada mereka yang memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah dan setelahnya aktif membentuk formasi negara Indonesia.

Perjalanan hidup Soekarno tidaklah mudah dan sangat menginspirasi. Beliau adalah sosok yang gigih untuk membela bangsanya dari tangan penjajah sehingga menuaikan sebuah sejarah besar. Tidak hanya dengan keberaniannya yang dipandang seluruh mata rakya Indonesia.

Namun kegagahan dan kesederhaannya yang juga membuat sosok beliau terlihat menawan. Itulah yang membuat banyak wanita jatuh hati kepadanya. Bung karno pun telah menikahi sembilan wanita yang dimana dikaruniai sepuluh orang anak.

Biografi singkat

Nama Lengkap   : Ir. Soekarno

Nama Panggilan : Bung Karno, Soekarno, Pak Karno

Tempat, Tanggal Lahir   : Blitar, 6 Juni 1901

Orang Tua Soekarno  : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu)

Nama Istri Soekarno  : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar

Nama Anak Soekarno : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno,Ayu Gembirowati

Pendidikan :

Pendidikan Sekolah Dasar EIS (Eerste Inlande School) Mojokerto

Pendidikan Sekolah Dasar ELS (Europeesche Lagere School) Mojokerto

Hoogere Burger School (HBS) Surabaya

Technische Hoge School (THS) Bandung.

Meninggal : 21 Juni 1970

Dimakamkan : Blitar, Jawa Timur

Biografi Kisah Masa Kecil Soekarno

biografi Seokarno masa kecil
biografi Seokarno masa kecil

Biografi Soekarno dimulai dari kehidupan Soekaro kecil yang lahir di kota Blitar, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Sahabat dairy jika kalian belum tahu, saat kecil Soekarno akrab dipanggil dengan nama Koesno.

Sebelumnya nama Soekarno adalah Koesno Sosrodihardjo, namun karena sering sakit-sakitan yang mana mungkin diyakini orang pada zaman dahulu hal itu disebabkan oleh nama yang tidak sesuai. Maka kemudian namanya diganti menjadi Soekarno. Bung Karno merupakan anak dari keturunan bangsawan.

Lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tua Soekarno bertemu di Bali, ayahnya yang merupakan seorang guru asal Jawa Timur kemudian mengajar di Bali dan bertemu ibunya yang merupakan bangsawan di Bali. Soekarno diketahui memiliki seorang saudara atau kakak kandung perempuan bernama Sukarmini.

Namun sejak kecil Soekarno tidak tidak tinggal bersama orang tuanya di Blitar, melainkan tinggal dengan kakeknya Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Di sana beliau sempat bersekolah namun tidak sampai selesai karena ikut dengan orang tuanya pindah ke Mojokerto.

Masa Remaja dan Pendidikan Bung Karno

biografi Soekarno masa remaja
biografi Soekarno masa remaja

Menempuh Pendidikan di EIS, ELS dan HBS

Setelah ikut orang tuanya tinggal di Mojokerto, Soekarno disekolahkan ditempat ayahnya mengajar yaitu di Eerste Inlande School (EIS). Lalu pada tahun 1911 ayahnya memilih memindahkan Soekarno ke sekolah  Europeesche Lagere School (ELS), bertujuan agar nantinya Soekarno bisa lebih mudah diterima di HBS atau Hogere Burger School yang ada di Surabaya. Nyatanya benar, setelah lulus dari Europeesche Lagere School (ELS) Seokarno diterima di Hogere Burger School (HBS).

Ketika bersekolah di Hogere Burger School, Soekarno tinggal bersama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau yang lebih dikenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto yang merupakan teman dari ayah Soekarno dan juga pendiri Serikat Islam. Sejak itulah jiwa nasionalisme Soekarno mulai tumbuh.

Ia aktif dalam organisasi pemuda bernama Tri Koro Darmo yang merupakan bentukan daripada organisasi Budi Utomo yang fenomenal. Dengan seiring berjalannya waktu beliau mengubah nama organisasi tersebut menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada tahun 1918.

Masa Pendidikan di Technische Hooge School

Berlanjutlah biografi Soekarno tentang pendidikan yang pernah ditempuhnya dan kisahnya saat remaja. Bung Karno kemudian pindah ke Bandung setelah menyelesaikan sekolahnya di Hogere Burger School (HBS). Beliau melanjutkan sekolah ke Technische Hooge School (THS) mengambil jurusan teknik sipil.

Ketika menempuh pendidikan di Bandung Soekarno tinggal bersama Haji Sanusi. Lalu kemudian beliau lulus di tanggal 25 Mei 1926 sehingga mendapatkan gelar Insinyur atau Ir. Hingga saat ini Technische Hooge School (THS) masih ada di Bandung namun sudah diubah nama menjadi Instritut Teknologi Bandung (ITB).

Perjuangan Soekarno untuk Bangsa Indonesia

biografi Soekarno pada masa perjuangan
biografi Soekarno pada masa perjuangan

Awal Mula Jiwa Nasionalis Soekarno

Sejak bersekolah di Hogere Burger School (HBS) Soekarno memang sudah mulai melatih diri berpidato meski hanya berlatih sendiri di kamar. Jiwa berorganisasi telah terbangun berkat dirinya yang tinggal dengan pendiri Serikat Islam.

Terlebih saat menempuh pendidikan di Technische Hooge School (THS) Soekarno mendirikan Algemene Studie Club yang kemudian pada menjadi Partai Nasional Indonesia. Aktivitas Soekarno di PNI membuat Belanda menangkapnya dan memasukan ke dalam penjara sukamiskin di Bandung.

Setelah cukup lama berada di sana akhirnya timbulah sebuah pledoi tersohor yang dibuatnya yakni “Indonesia Menggugat”. Dimana ia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia. Hal itu membuat Belanda semakin marah dan memutuskan membubarkan PNI.

Semangat Soekarano Tak Padam

Pada tahun 1931 Soekarno dibebaskan lalu bergabung dengan Partai Indonesia atau Partindo yang merupakan pecahan dari Partai Nasional Indonesia. Namun Belanda kembali menangkap Soekarno dan dibuang ke Ende, Flores pada tahun 1933. Pada masa-masa ini, Soekarno hampir dilupakan para tokoh nasional karena lokasinya yang sangat jauh dan terasing.

Meski begitu, semangatnya tak pernah padam. Pada tahun 1938 beliau dipindahkan dan kemudian diasingkn ke Bengkulu. Saat masa pemerintahan Jepang barulah Soekarno benar-benar bebas pada tahun 1942.

Biografi Soekarno saat di masa penjajahan Jepang

Sosok Soekarno di Awal Penjajahan Jepan

Di awal masa penjajahan Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945. Pemerintah Jepang belum memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia. Namun pada akhirnya pemerintah Jepang mulai memperhatikan dan memanfaatkan tokoh Indonesia ini.

Seperti Soekarno, Moh Hatta dan masih banyak lagi beserta organisasinya dengan tujuan diusahakan bisa menarik perhatian dari penduduk Indonesia.

Masih berlanjut biografi Soekarno saat di masa penjajahan Jepang, dimana tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia. Berbabagi organisasi pun dibentuk mulai dari Jawa Hokokai, BPUPKI, Pusat Tenaga Rakyat (Putera) hingga PPKI yang dipimpin oleh Soekarno.

Para tokoh mulai dari Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, hingga K.H Mas Mansyur dan tokoh yang lainnya yang aktif dalam aktivitas pergerakan nasional. Mereka berusaha untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia yaitu kemerdekaan. Hingga muncul peristiwa genting antara golongan tua dan golongan muda yang disebut peristiwa rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok

Golongan Tua menginginkan kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang. Sedangkan golongan muda mengharapkan agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya. Hal itu karena suasana Indonesia yang sedang kosong kekuasaan.

Pemerintahan Jepang telah pulang karena peristiwa bom atom dan menyatakan kekalahannya. Menghindari hal tersebut diketahui bangsa lain dan Indonesia kembali dijajah. 

Kemudian golongan muda memutuskan menculik Soekarno dan Mohammad Hatta pada tanggal 16 agustus 1945. Mereka membawa keduanya ke daerah Rengasdengklok. Disana golongan muda memaksa Soekarno dan Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa penculikan ini kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok.

Persiapan dan Peristiwa Proklamasi

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok membuat Ahmad Soebardjo kemudian menjemput. Bahkan Sutan Syahrir yang dikenal sering berseberangan pendapat dengan Soekarno marah mendengar para golongan muda menculik Soekarno dan Hatta dan menyuruh mereka membawanya kembali ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, Soekarno dan Muhammad Hatta beserta pemimpin lainnya bertemu dengan Laksamana Maeda di rumahnya di Jl. Imam Bonjol. Ternyata Laksamana Maeda memberikan menjamin keselamatan untuk Soekarno dan para pemimpin lain dan mempersilahkan Soerkarno dan Hatta untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan.

Bersama dengan Ahmad Soebardjo mereka bertiga merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 di halaman rumahnya, Soekarno membacakan teks proklamasi yang ditanda tangani oleh beliau dan Bung Hatta.

Maka dengan itu telah resmilah kemerdekaan atas Bangsa Indonesia yang membuat seluruh rakyat Indonesia bergembira. Kabar ini pun disiarkan ke seluruh pulau-pulau di Indonesia melalui radio dan surat kabar.

Soekarno Sebagai Presiden Pertama

biografi Soekarno masa kepemimpinannya
biografi Soekarno masa kepemimpinannya

Awal Kepemimpinan Soekarno

Setelah kemerdekaan mulailah disusun lembaga pemerintahan negara Indonesia mulai dari dasar negara seperti Undang-Undang Dasar, Pancasila serta kepemimpinan negara. Ir. Soekarno dijadikan presiden pertama Republik Indonesia bersama Mohammad Hatta sebagai wakil presiden di tanggal 18 Agustus 1945.

Pengangkatan ini kemudian dikukuhkan di tanggal 29 Agustus 1945 oleh KNIP. Baru sebentar jadi Presiden, Soekarno di tanggal 19 September 1945 sudah mampu menyelesaikan masalah tanpa adanya pertumpahan darah yang ada di Lapangan Ikada dimana ada 200 ribu lebih rakyat Jakarta yang berencana bentrok dengan pasukan Jepang dengan senjata yang masih lengkap.

Di awal kemerdekaan Indonesia, sekutu menyatakan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Sekutu datang dengan dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison. Mereka akhirnya mau mengakui kemerdekaan Indonesia dengan de facto kedaulatan Indonesia setelah adanya pertemuan dengan Presiden Soekarno.

Saat itu Soekarno berusaha keras untuk mampu menyelesaikan krisis yang terjadi di Surabaya. Tetapi karena adanya provokasi dari pasukan Belanda dan membonceng sekutu di bawah Inggris, akhirnya terjadilah peristiwa 10 November 1945 yang menggugurkan pahlawan Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.

Pemindahan Ibu Kota

Provokasi yang terus terjadi di Jakarta membuat Soekarno memutuskan memindah Ibu kota yang awalnya di Jakarta pindah ke Yogyakarta yang diikuti oleh Wakil Presiden beserta pejabat tinggi lain.

Selama terjadinya masa revolusi saat itu, sistem pemerintahan Indonesia di tangan Soekarno pun berubah menjadi semi presidensiil. Yaitu dimana Soekarno sebagai Presiden adalah kepala negara lalu Sutan Syahrir menjadi Perdana menteri yakni kepala pemerintahannya. Hal ini adalah jalan agar Indonesia menjadi negara yang lebih demokratis.

Dalam peristiwa Madiun di tahun 1948 dan Agresi Militer Belanda II saat itu yang menahan Presiden dan Wakil Presiden beserta pejabat tingginya. Meski pada saat itu sudah dibentuk Pemerintahan Darurat RI yang di Ketuai Sjarifuddin Prawiranegara.

Dunia internasional tetap mengakui jika Soekarno dan Moh Hatta adalah pemimpin sesungguhnya di Indonesia sehingga dari kebijakannya saja yang mampu menyelesaikan sengketa yang ada antara Indonesia dan Belanda.

Soekarno di Mata Dunia

biografi Soekarno di mata dunia
biografi Soekarno di mata dunia

Hubungan Soekarno ddengan Pemimpin Bangsa Lain

Biografi Soekarno tidak hanya sebatas jadi sejarah bagi bangsa ini. Sosok beliau sangat dikenal dan dihargai di mata dunia. sebelum hingga saat masa kepemimpinannya berbagai pejabat dan pemimpin negara lain sangat akrab dengannya. Seperti hubungan baik Soekarano dan beberapa tokoh lain dengan pemerintah Jepang.

Di tahun 1943, Perdana Menteri Jepang mengundang para tokoh Indonesia yakni Soekarno, Moh Hatta hingga Ki Bagoes Hadikoesoemo menuju Jepang dan langsung diterima oleh Kaisar Hirohito. Mereka pun diberikan bintang kekaisaran yaitu Ratna Suci.

Pemimpin dunia seperti John F. Kennedy yang merupakan presiden Amerika saat itu, Fidel Castro yaitu presiden Kuba dan pemimpin negara-negara lainnya pun menaruh hormat pada Presiden Soekarno.

Berbagai penghargaan pernah diterima Presiden Soekarno seperti: 

1. Gelar Doktor Honoris Causa yang didapatkan dari 26 universitas dari dan dalam negeri, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Colombia University (Amerika Serikat), Far Eastern University (Filipina), Al- Azhar University (Mesir), dan lain-lain.

2. Penghargaan bintang kelas satu dari The Order of Supreme Companions of OR, Tambi, Afrika Selatan pada tahun 2005

3. Bintang Mahaputera Adipurna pada tahun 1959

4. Lenin Peace Price tahun 1960

5. Philippine Legion of Honor tahun 1951

Mengabadikan Nama Soekarno pada Nama Jalan

1. Inilah beberapa nama Jalan di berbagai negara yang menggunakan nama Soekarno :

2. Jalan Ahmed Soekarno di Mesir

3. Rue Soekarno di Maroko

4. Jalan Soekarno di Pakistan, Soekarno Squere di Peshwar, dan Soekarno Bazar di Lahore

5. Masjid Soekarno di St. Petersburg, Rusia

6. Pohon Soekarno di Arab Saudi

7. Perangko di Filipina dan Kuba

8. Patung lilin di Thailand

Julukan Untuk Bung Karno

Dibalik perangai Soekarano yang tegas dan kharismatik, sosok Soekarno dikenal dengan pribadi yang bersahabat. Di balik sejarah biografi Soekarno yang penuh perjuangan, Presiden pertama Indonesia ini juga dijuluki sebagai “singa podium”.

Julukan tersebut memiliki sahabat karib yang juga pemimpin dan Presiden negara lain, seperti Nikita Kruschev pemimpin Uni Soviet dan John F. Kennedy Presiden Amerika Serikat.

Terlebih hubungan baik Soekarno dengan Rusia yang sebelumnya adalah Uni Soviet yang membuat Indonesia ketika itu dikenal sebagai negara non blok. Hal itu karena pada masa itu, pembelian senjata untuk pertahanan secara besar-besaran dari Rusia untuk melawan Belanda ketika sedang melakukan upaya pembebasan Irian Barat.

Akhir Kepemimpinan Soekarno

biografi Soekarno di akhir kepemimpinannya
biografi Soekarno di akhir kepemimpinannya

Jatuhnya Kepemimpinan Soekarno

Seperti tertuang pada biografi Soekarno, hubungan baik beliau dengan Rusia membuat Soekarno dianggap berhaluan kiri atau komunis. Terlebih hadirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia menimbulka persepsi bahwa Indonesia akan dijadikan negara Komunis. Setelah pecahnya peristiwa G30S-PKI yang menyeret nama Bung Karno merupakan tokoh dibalik itu semua.

Dengan beragam versi cerita dan belum adanya pembuktian apa dan siapa yang sesungguhnya dibalik peristiwa tersebut. Namun peristiwa inilah yang kemudian menjadi akhir cerita dari pemerintahan Presiden Soekarno dan juga orde lama berakhir.

Hal ini ditandai dengan adanya “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret di tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi kontroversi sejarah sebab naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.

Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno dan berisi himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan Keamanan dan juga ketertiban negara yang ketika itu sedang kacau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang kelak menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi bangsa Indonesia.

Saat Soekarno Di Asingkan

Sejak saat itu Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto dan memasuki era orde baru. Biografi Soekarno menceritakan bahwa sejak masa itu beliau diminta meninggalkan istana negara dan meniggalkan semua barang-barang.

Adapun dirinya kemudian diasingkan ke daerah terpencil karena dianggap bagian dari PKI yang berhaluan komunis. Soekarno hidup seorang diri dengan penjagaan ketat tanpa bisa bertemu sembarangan orang.

Bahkan bung karno tidak dapat menghadiri pernikahan putrinya bersama ibu Fatmawati. Ditengah pengasingannya beliau sakit dan keadaannya semakin memburuk. Pada biografi Soekarno yang telah ada, dituliskan bahwa bung Hatta yang merupakan sahabatnya mengirimkan surat pada pemerintahan untuk bisa datang menjenguk Soekarno.

Akhir Hayat Bung Karno

Kondisi sakit yang di deritanya pun semakin parah. Membuat Soekarno mememui akhir hayatnya disana. wafat di tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta tepatnya di Wisma Yaso. Jenazah beliau dikuburkan di Blitar dan sampai saat ini menjadi ikon Blitar.

Soekarno pun meninggalkan dunia ini bersama sejarah bangsa ini yang selalu akan menuliskan kisahnya. Hingga kini meski raganya sudah tidak lagi mengobarkan semangat untuk bangsanya namun nama beliau menjadi goresan panjang perjalanan bangsa Indonesia. Tidak sedikit yang telah diberikan beliau kepada negara Indonesia.

Selain membuat dasar-dasar negara, beliau juga membangun berbagai infrastruktur terutama di Ibu Kota. Dibuatnya ikon patung-patung, tugu monas, dan Gedung Olah Raga Gelora Bung Karno. Pada masa kepemimpinan Soekarno pula Indonesia menjadi tuan rumah pekan olah raga ASEAN. Itulah bentuk upayanya mengenalkan Indonesia pada negara lain.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarahnya. “JASMERAH” Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah. Itulah istilah Soekarno yang sangat teringat dibenak masyarakat Indonesia.

Adapun kata-kata lain Soekarno yang juga populer adalah seperti :

1. Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.

2. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak.

3. Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

4. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

5. Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.

6. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.

7. Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

8. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

9. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

10. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

11. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

12. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.

13. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

Itulah ringkasan mengenai biografi Soekarno, dengan jiwa nasionalismenya yang dapat kita tauladani ya sahabat dairy. Semoga beliau diberikan ketenangan disisi yang maha kuasa. Serta kita semua sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dapat membawa bangsa ini ke arah yang baik.

Ketahui juga Biografi Tokoh, Profil Negarawan dan Tokoh Terkenal Indonesia berikut ini: