Biografi Pangeran Antasari: Pahlawan Nasional dari Banjar Kalimantan Selatan

0
28
Biografi Pangeran Antasari
Biografi Pangeran Antasari

Diarylounge.com, Hallo sahabat diary, tahukah kalian tentang Biografi Pangeran Antasari. Pangeran Antasari atau juga disebut sultan banjar merupakan salah satu pahlawan nasional yang identik dengan masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan pahlawan yang ikut berperang mengusir penjajah dari tanah air.

Selain sebagai pahlawan nasional, Pangeran Antasari juga dikenal sebagai seorang pemuka agama dan pemimpin umat islam tertinggi di daerah Banjar bagian utara, seperti Muara Taweh dan daerah sekitar Muara Taweh lainnya.

Pangeran Antasari adalah Sultan Banjar yang pantang menyerah dari Belanda yang saat itu berusaha untuk mengendalikan Kesultanan Banjar dengan mempengaruhi petinggi-petinggi kerajaannya. Pangeran Antasari dikenal juga sebagai pemimpin beberapa suku, yakni Suku Bakumpai, Murung, Kutai, Ngaju, Siang, dan suku-suku lain di daerah pedalaman.

Beliau kemudian diakui oleh masyarakat sebagai “Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin” yang bermakna Pemimpin Tertinggi Umat Islam di wilayah Banjar pada masa-masa akhir kehidupannya. Setelah dia meninggal, dia digantikan oleh anaknya yang bernama Muhammad Seman.

Di masa penjajahan Belanda, mereka melakukan politik devide et impera atau politik adu domba, yakni upaya untuk memecah-belah kelompok-kelompok pribumi sehingga dapat dengan mudah dikuasainya. Sehingga perlawanan pribumi pada masa itu cukup sulit karena harus menghindari terjebak dalam sistem adu domba yang diterapkan Belanda.

Belanda pun melakukan hal itu dalam kerajaan banjar. Belanda mengadu domba para anggita keluarga sehingga terjadi perpecahan dan perceraian. Dalam kondisi tersebut belanda mengambil kesempatan memegang kekuasaan atas Indonesia. Hingga pada masa kepemimpinan Antasari di kerajaan banjar yang disepakati masyarakat banjar, beliau berjuang untuk mengusir penjajah dari tanah banjar.

Perjuangan Pangeran Antasari dan perjalanan hidup beliau ini terbilang luar biasa. Keberaniannya untuk tidak menyerah meskipun di usia senja membuatnya menjadi sesosok Pahlawan Nasional yang patut untuk kita teladani.

Selama kehidupannya, Pangeran Antasari tidak lepas dari sepak terjang Belanda yang menguasai daerah-daerah di sekitar wilayahnya. Berikut ini pembahasan mengenai biografi Pangeran Antasari secara lengkap. Sebagai seorang tokoh yang sangat berpengaruh, biografi Pangeran Antasari menarik untuk dipelajari bersama.

Nama kecil         : Gusti Inu Kartapati

Dikenal juga sebagai    : Pangeran Antasari

Gelar       : Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin

Tempat, tanggal lahir   : Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797 atau 1809 (menurut beberapa sumber)

Wafat     : Bayan Begok, Hindia Belanda, 11 Oktober 1862

Orang tua    : Pangeran Masohut bin Pangeran Amir (Ayah) dan Gusti Hadijah binti Sultan  Sulaiman (Ibu)

Istri         : Ratu Antasari binti Sultan Adam dan Nyai Fatimah

Anak      : Muhammad Seman, Panembahan Muhammad Said, Pangeran Wira Kasoema dan 8 orang putri

Perjalanan Hidup Pangeran Antasari

Berdasarkan biografi Pangeran Antasari tertulis bahwa beliau lahir di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809. Beliau lahir dengan nama Gusti Inu Kartapati yang merupakan seorang bangsawan keturunan kerajaan banjar. Pangeran Antasari adalah cucu dari Pangeran Amir yang terkenal dalam Dinasti Banjarmasin.

Beliau lahir dari pasangan Pangeran Masohut bin Pangeran Amir dan Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman.  Oleh ayahnya, Pangeran Antasari dididik untuk anti pada penjajahan Belanda, sehingga beliau memiliki tekad kuat untuk tidak gentar melawan penindasan yang dilakukan oleh Belanda.

Pangeran Antasari memiliki 3 orang putra dan 8 orang putri. Beliau juga memiliki seorang saudara perempuan bernama Ratu Antasari yang kemudian menikah dengan Sultan Muda Abdurrahman bin Sultan Adam.

Namun saudara perempuannya meninggal setelah melahirkan calon pewaris kesultanan Banjar yang diberi nama Rakhmatillah, yang juga meninggal semasa masih bayi.

Sebagai seseorang keturunan bangsawan yang sering hidup dilingkungan rakyat kecil, Pangeran Antasari begitu paham mengenai perasaan dan penderitaan rakyatnya yang merasa tertindas oleh kekejaman pemimpinan Belanda pada saat itu. Selain itu Belanda pun sangat ingin menghancurkan kerajaan Banjar kala itu.

Suatu saat Belanda mengintervensi pemerintahan Kesultanan Banjar dengan mengangkat Sultan Tajmid sebagai Sultan Kerajaan Banjar, padahal yang layak naik tahta adalah Sultan Hidayat. Sultan Tajmid adalah seseorang yang tidak disukai oleh rakyat karena kedekatan dan keberpihakannya kepada Belanda.

Setelah interverensi kekuasaan, Belanda juga melakukan pelemahan terhadap Kesultanan Banjar dengan melakukan adu domba, sehingga banyak dari keluarga kesultanan yang bercerai-berai dan bermusuhan.

Melihat hal tersebut, Pangeran Antasari membela hak-hak Sultan Hidayat dan bersekutu dengan kepala-kepala suku di daerah hulu sungai. Pangeran Antasari dan rakyat Banjar bertekad untuk mengusir Belanda tanpa kompromi.

Memimpin Kerajaan Banjar

Biografi Pangeran Antasari
Biografi Pangeran Antasari

Setelah Sultan Hidayatullah ditipu dan diasingkan oleh Belanda ke daerah Cianjur, maka Pangeran Antasari lah yang melanjutkan perjuangan rakyat Banjar. Pangeran Antasari diangkat menjadi Sultan Banjar berdasarkan kesepakatan seluruh rakyat banjar pada saat itu.

Yaitu terdiri dari para panglima Dayak, para pejuang, para ulama serta para bangsawan Banjar yang ikut menyepakati. Beliau didaulatkan sebagai Sultan Banjar pada tanggal 14 Maret 1862 M atau bertepatan dengan 13 Ramadhan 1278 H di hadapan tokoh-tokoh suku Dayak dan Banjar dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

Disamping sebagai bangsawan di Kerajaan Banjar, Pangeran Antasari merupakan tokoh yang kharismatik dan dihormati serta dianggap pemimpin tidak hanya oleh suku Banjar.

Selain ditetapkan sebagai pemimpin banjar, Pangeran Antasari juga dianggap sebagai pemimpin oleh suku lain seperti Sihong, Kutai, Pasir, Murung, Bakumpai, Ngaju, Maanyan, Siang dll, baik dikalangan yang beragama islam maupun Kaharingan.Dengan amanah menjadi Sultan Banjar kepadanya, maka beliau kembali melanjutkan perjuangan rakyat Banjar melawan penindasan Belanda.

Pangeran Antasari sangat memegang teguh komitmennya untuk melaksanakan amanah rakyat dengan rasa  penuh tanggung jawab, baik kepada Allah SWT maupun kepada sekalian rakyat Banjar.Sebagai seorang pangeran, beliau merasa prihatin menyaksikan kesultanan Banjar yang ricuh karena campur tangan Belanda pada kesultanan semakin besar.

Gerakan-gerakan rakyat timbul di pedalaman Banjar. Pangeran Antasari diutus menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergolak. Pada waktu kecil, Pangeran Antasari dididik untuk terbiasa hidup di luar wilayah kerajaan atau berbaur dengan masyarakat kecil. Sehingga tidak heran jika Pangeran Antasari memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Perlawanan Terhadap Belanda

Penjajahan kolonial Belanda ketika menduduki wilayah Kalimantan, tepatnya di Banjar. Strategi yang mereka jalankan dikenal dengan nama politik divide et impera yang berarti membagi, memecah belah dan menguasai atau yang dikenal dengan istilah “politik adu domba”. Hal tersebut bertujuan untuk menguasai Kerajaan di Banjar.

Perlawanan pertamanya yang dilakukan untuk menyerang Belanda adalah menyerbu tambang batu bara di wilayah Pengaron pada 25 April 1859. Perang tersebut kemudian dikenal dan dikenang dengan nama Perang Banjar.

Pangeran Antasari telah mampu mengorbankan semangat dan perlawanan yang kuat dari rakyat Banjar sehingga membuat pihak Belanda kewalahan. Sampai pada akhirnya Belanda berniat untuk membujuk Pangeran Antasari, namun dia tetap melakukan perlawanan.

Dalam perang banjar, Pangeran Antarasri membawa sekitar 6000 pasukan perang. Berawal dari peperangan tersebut, peperangan demi peperangan terjadi di seluruh wilayah Kerajaan Banjar yang dikomandoi oleh Pangeran Antasari yang dibantu dengan para panglima dan pasukannya.

Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tabalong, Tanah Laut, dan sungai Barito sampai ke Puruk Cahu. Pertempuran yang terjadi antara pasukan Khalifatul Mukminin dengan pasukan Belanda berlangsung terus di berbagai medan.

Pasukan Belanda yang mendapat bantuan dari Batavia dan juga menang dalam persenjataan berhasil membuat mundur pasukan Khalifah Mukminin sehingga membuat pasukan Khalifah memindahkan pusat benteng pertahannya di Muara Teweh.

Pangeran Antasari berhasil mengerahkan tenaga rakyat dan mengobarkan semangat mereka sehingga Belanda menghadapi kesulitan. Karena hebatnya perlawanan, Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun beliau tetap pada pendiriannya. Ini dijelaskan pada surat yang ditulisnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijk di Banjarmasin tanggal 20 Juli 1861.

Tidak hanya itu, Belanda kerap menawarkan hadiah kepada siapa saja yang bisa menangkan Pangeran Antasari. Orang-orang yang tidak mendapat pengampunan dari pemerintah Kolonial Hindia Belanda yaitu dia antaranya, Antasari dengan anak-anaknya, Demang Lehman Amin Oellah, Soero Patty dengan anak-anaknya, Kiai Djaya Lalana, Goseti Kassan dengan anak-anaknya.

Akhir Perjuangan Pangeran Antasari

Pangeran Antasari diangkat oleh rakyat sebagai Pemimpin pemerintahan, Panglima Perang, dan Pemimpin Agama tertinggi oleh rakyat ketika mengucapkan seruan : “Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!”. Ketika itu, Pangeran Antasari menjadi tokoh utama perjuangan rakyat di daerah Banjar.

Setelah melakukan perjuangan yang cukup panjang untuk rakyatnya, biografi Pangeran Antasari mencatat pada tanggal 11 Oktober 1862 beliau dinyatakan wafat. Pangeran Antasari wafat ketika berada di Kampung Bayan Begok, Sampirang.

Pangeran Antasari wafat di usianya yang ke 75 tahun di tengah pasukan karena penyakit paru-paru dan cacar yang beliau derita setelah melakukan perang di bawah kaki bukit Bergantung, Tundukan. Sepeninggal Pangeran Antasari, perjuangan beliau diteruskan oleh putranya yaitu Muhammad Seman.

Pada tanggal 11 november 1958, atas keinginan banjar dan persetujuan keluarga. Jasad Pangeran Antasari yang telah dikebumikan selama sekitar 91 tahun di daerah Hulu sungai Barito, dipindahkan ke Taman Makam Perang Banjar yang berada di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Bagian-bagian yang masih utuh dan dipindahkan antara lain, tulang tengkorak, tempurung lutut, dan beberapa helai rambut. Perjalanan hidup Pangeran Antasari dipenuhi akan nilai-nilai perjuangan melawan penindasan Belanda.

Selain itu, peran-perannya sebagai tokoh masyarakat juga dikenang oleh masyarakat-masyarakat di sekitarnya. Peran dan perjuangan yang dilakukan Pangeran Antasari sangat berpengaruh bagi kehidupan dan perkembangan sosial masyarakat Banjar.

Peran dan Jasa Pangeran Antasari

1. Seorang Pemuka Agama

Pangeran Antasari dikenal sebagai ulama yang begitu faham akan nilai-nilai Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat banyak masyarakat di sekitarnya meneladaninya dan belajar Agama Islam lebih dalam kepadanya.

Selain itu, Pangeran Antasari juga memiliki spirit perjuangan yang dilandasi  nilai-nilai Islam terbukti dengan ucapannya yang menginspirasi lainnya, yakni : “Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah”.

2. Penghubung Aspirasi Rakyat

Karena terbiasa hidup dengan rakyat kecil, Pangeran Antasari begitu paham mengenai keinginan rakyatnya. Sebagian rakyat merasa bahwa komunikasi antara rakyat dan pihak kerajaan ada sedikit batasan-batasan tertentu.

Pangeran Antasari menjadi penyampai pesan aspirasi rakyat kepada istana kesultanan. Dengan ini,  apa yang menjadi keluhan atau keinginan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik, sehingga ada kedekatan antara penguasa dengan rakyat.

3. Pemersatu Rakyat

Pangeran Antasari tidak hanya dekat dengan suku-suku tertentu saja, tetapi semua suku di daerah Banjar, sehingga beliau tahu bagaimana karakteristik suku satu dengan suku lainnya.

Beliua telah berhasil mempersatukan suku satu dengan suku lainnya, terutama ketika menghadapi penindasan oleh pasukan-pasukan Belanda. Semua rakyat bersatu karena semakin sadar akan mudah diadu domba oleh Belanda jika berpecah-belah.

4. Pembela Hak-Hak Rakyat

Pangeran Antasari juga dikenal sebagai tokoh pembela hak-hak rakyat yang tertindas. Seringkali Pangeran Antasari mengecam dan menentang tindakan Belanda yang semena-mena. Hal ini juga mendorong rakyat untuk melakukan perlawanan atas tindakan Belanda yang semena-mena.

5. Panglima Perang Yang Gigih

Kegigihan Pangeran Antasari sebagai Panglima Perang tidak diragukan lagi. Dia berusaha keras untuk menerobos pertahanan Belanda dengan tekad yang kuat. Bahkan ketika dibujuk oleh Belanda untuk menyerah, dia tidak goyoh dan terus melakukan perlawanan. Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi rakyat-rakyatnya. Kegigihan Pangeran Antasari pun juga ditiru oleh rakyat-rakyat Banjar di generasi berikutnya.

Penghargaan Atas Pangeran Antasari

Biografi Pangeran Antasari
Biografi Pangeran Antasari

1. Pahlawan Nasional

Pangeran Antasari dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968. Gelar tersebut diberikan oleh pemerintah berkat perjuangan dan perlawanannya mengusir penjajah untuk menyelamatkan tanah air. Pemerintah juga memang sangat memperhatikan jasa-jasa pahlawannya untuk Indonesia di masa penjajahan.

Penetapan pahlawan bagi Pangeran Antasari di berikan di masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Hingga kini makam Pangeran Antasari berada di Taman Makam Perang Banjar yang berada di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin. Dimana sebelumnya selama 91 tahun makamnya berada di hulu sungai Barito.

2. Bumi Antasari

Nama pangeran Antasari memang sangat besar sebagai seorang pahlawan nasional di masa penjajahan. Merupakan pahlawan nasional asal Banjar, Sejarah dan jasa Pangeran Antasari layaknya pahlawan-pahlawan nasional asal daerah lainnya.

Seperti Imam Bonjol, Cut Nyak Dien dan lainnya. Selain ditetapkan sebagai pahlawan nasional, Nama Antasari juga diabadikan pada Korem 101/Antasari dan julukan untuk Kalimantan Selatan, yaitu Bumi Antasari.

3. Nama Jalan

Tidak hanya diabadikan di Kalimantan Selatam, nama Antasari juga banyak digunakan sebagai nama jalan diberbagai kota seperti bandar lampung dan jakarta selatan.

4. Uang Rupiah

Selain mengabadikan jasanya yang ditetapkan sebagai pahlawan dan menjadikan namanya sebagai nama jalan atau nama korem. Ada pula pengahargaan atas jasa Pangeran Antasari yang kini banyak diketahui masyarakat Indonesia.

Nah untuk yang satu ini, semua sahabat diary pasti tahu. Bank Indonesia (BI) mencetak uang kertas nominal Rp 2.000, dengan mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari pada uang kertas tersebut.

Hingga kini uang pecahan rupiah 2000 keluaran Bank Indonesia (BI) yang bergambarkan Pangeran Antasari masih digunakan dan berlaku sebagai alat bayar.

Kesimpulan

Pangeran Antasari merupakan pria keturunan asal kerjaan Banjar yang dibesarkan oleh ayahnya dengan hidup keluar masuk kerajaan. Hal itu membuat jiwa membaur dengan rakyat dalam diri Antasari sangat besar. Selain itu sang ayah juga mendidik Antasari untuk menanamkan jiwa melawan pemerintahan Belanda.

Belanda yang datang ke Banjar untuk memcah belah hubungan keluarga kerajaan Banjar membuat riuh keadaan. Belanda membuat banyak ketidak adilan dan berlaku semena-mena terhadap masyarakat banjar. Kepribadian Antasari membuat masyarakat banjar memilihnya sebagai pemimpin yang akhirnya beliau juga dikenal dengan sultan banjar.

Dengan tekad yang kuat Pangeran Antasari berjuang membela hak-hak masyarakat banjar. Hingga akhir hayatnya Antasari merupakan sosok yang sangat dikagumi dan berjasa bagi masyarakat banjar. Sebab sakit yang diderita, Pangeran Antasari meninggal dunia dan dimakamkan di hulu sungai Barito.

Setelah selama 91 tahun dimakamkan disana akhirnya keluarga dan pemerintah sepakat memindahkan makam beliau ke Taman Makam Perang Banjar yang berada di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Itulah sekilas pengetahuan mengenai biografi Pangeran Antasari beserta perjalanan hidupnya. Pangeran Antasari dikenal masyarakat sebagai Pemimpin umat Islam tertinggi di wilayah Banjar, Kalimantan Selatan. Dia terkenal dalam membela hak-hak rakyat dan kegigihannya dalam melawan penindasan Belanda.

Bagaimana kah menurut sahabat diary tentang biografi Pangeran Antasari yang di ulaskan diatas? Semoga segala perilaku baik yang ada pada tokoh diatas bisa menjadi tauladan kita semua dan juga semoga biografi Pangeran Antasari ini dapat bermanfaat bagi pembelajaaran sahabat diary. Mohon maaf bila banyak kekurangan dalam biografi Pangeran Antasari ini. sampai jumpa di biografi tokoh lainnya ya.

Ketahui juga Biografi Tokoh, Profil Negarawan dan Tokoh Terkenal Indonesia berikut ini: