Biografi Jokowi (Joko Widodo): Presiden ke-7 Indonesia

0
27
Biografi Jokowi
Biografi Jokowi

diarylounge.com, Hai sahabat diary, artikel kali ini akan menceritakan tentang biografi Jokowi. Nah kira-kira sahabat diary adakah yang tidak mengenal tokoh biografi yang satu ini? Wah pasti sahabat diary semua tahu ya tentang biografi Jokowi. Sebuah nama “Jokowi” tentu sudah sangat akrab sekali dengan telinga kita, khususnya masyarakat Indonesia.

Ini adalah kisah bagaimana biografi Jokowi yang dulu seorang tukang kayu menjadi Presiden Indonesia. Tidak ada yang menyangka sosok sederhana seperti Jokowi ini bakal menduduki pucuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia sebagai presiden Indonesia ketujuh. Beliau merupakan seorang pengusaha Mebel asal Solo. Sepak terjangnya di dunia politik dimulai ketika ia menjadi walikota Solo.

Bagaimana tidak, karirnya dalam dunia politik dikatakan cukup cemerlang karena progres yang sangat cepat. Politikus yang menjabat sebagai presiden Republik Indonesia periode tahun 2014-2019 ini memulai terjun dalam dunia politik sejak menjabat walikota Solo. Kesuksesannya mengemban tugas dan menjadikan kota Solo lebih baik yang mengantarkannya hingga posisi saat ini.

Pria kelahiran 1961 itu merupakan sosok yang sangat merakyat hingga dikagumi banyak kalangan termasuk masyarakat kelas ekonomi bawah. Sepak terjangnya di dunia politik dimulai ketika ia menjadi walikota Solo. Kisahnya dari Walikota Solo hingga menjadi Presiden Indonesia sangat menarik disimak loh sahabat diary.

Nama Lengkap           : Ir. H. Joko Widodo

Nama Panggilan         : Jokowi

Tempat, Tanggal Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961

Agama                      : Islam

Orang Tua                : Noto Miharjo (Ayah), Sujiatmi Notomiharjo (Ibu)

Istri                          : Iriana Joko Widodo

Anak    : Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu

Contents

Kelahiran dan Masa Kecil Jokowi

Jokowi merupakan pria yang lahir dari keluarga sederhana. Joko Widodo merupakan nama asli beliau, lahir pada tanggal 21 Juni 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Solo, Jawa Tengah. Beliau lahir dari pasangan Noto Miharjo dan Sujiatmi Noto Miharjo.

Saat masih bayi, beliau diberi nama Mulyono oleh orangtuanya. Karena sering sakit-sakitan, nama tersebut akhirnya diganti menjadi Joko Widodo yang artinya pria sukses yang senantiasa sejahtera dan sehat. Jokowi merupakan putra sulung dari empat bersaudara sekaligus satu-satunya anak laki-laki di keluarga tersebut.

Adik-adik perempuannya bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati. Sebetulnya Jokowi memiliki adik laki-laki bernama Joko Lukito, tapi sudah meninggal ketika melewati proses persalinan. Beliau melewati masa kecilnya dalam keadaan ekonomi keluarga yang bisa dikatakan sangat pas-pasan.

Tahuakah sahabat diary, bahkan persiden ke-7 RI ini terpaksa menjadi ojek payung hingga kuli panggul untuk memenuhi keperluan sekolah dan membeli jajan. Hebatnya, dalam diri Jokowi beliau mewarisi bakat orang tuanya sebagai tukang kayu, di usia 12 tahun beliau mulai bekerja sebagai penggergaji di sebuah perusahaan kayu.

Kesulitan demi kesulitan terus dating dalam keluarga Jokowi. Parahnya lagi, berdasarkan biografi Jokowi, beliau dan keluarganya pernah terpaksa pindah rumah sebanyak tiga kali karena mengalami penggusuran. Pengalaman pahit itu akhirnya mempengaruhi gaya kepemimpinan beliau saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, salah satunya ketika menertibkan pemukiman warganya.

Pendidikan Jokowi

Dalam biografi Jokowi dikatakan bahwa beliau mulai mengenyam pendidikan dasar di SDN Tirtoyoso yang beralamat di Jl. Tirtonadi No.111, Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta. Disaat teman-temannya yang lain bersekolah menggunakan sepeda, beliau lebih memilih untuk berjalan kaki. Meski lahir dari keluarga yang kurang mampu tidak melunturkan semangatnya dalam belajar.

Sejak kecil beliau memang sudah memiliki semangat besar dalam mengenyam pendidikan. Setelah lulus Sekolah Dasar, beliau kemudian masuk di SMP Negeri 1 Surakarta. Lalu kemudian lulus dari sana beliau melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 6 Surakarta.

Memabanggakannya lagi setelah tamat dari SMA, Jokowi diterima sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Di sana, beliau belajar giat mengenai pengolahan dan pemanfaatan kayu hingga kemudian menjadi banyak dikenal sebagai Juragan Mebel.

Jokowi sangat tekun belajar demi mendapat nilai yang baik dan tidak mengecewakan orang tuanya. Beliau sama dengan pemuda-pemuda lain yang menyukai musik aliran metal, band metal dan sebagainya. Hanya saja ia tidak melupakan kewajibannya untuk menimba ilmu dan mengejar cita-citanya.

Di masa-masa akhir perkuliahan Jokowi kerap dimarahi oleh dosen pembimbingnya yang bernama Kasmujo. Hal itu dikarenakan beliau tidak mengerjakan tugas akhirnya dengan benar. Setelah bolak-balik melakukan bimbingan, akhirnya skripsi beliaupun rampung juga.

Tugas akhirnya tersebut diberi judul Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta. Tahun 1985, beliau lulus dari perguruan tinggi dengan mendapat gelar insinyur.

Pernikahan Jokowi

Inilah yang menjadi salah satu kisah manis dalam perjalanannya biografi Jokowi. Tak kalah dengan kisah Habibie dan Ainun, Jokowi pun memiliki kisah romantis dengan sang istri. Hingga dalam suatu film biografi tentang dirinya, kisahnya bersama bu Iriana yang  menjadi penyejuk.

Jokowi Menikah dengan Iriana, wanita kelahiran Solo 1 Oktober 1963 yang merupakan cinta pertama dan terkahir Jokowi. Jokowi bertemu dengan Iriana, melalui adik perempuannya Iid Sriantini. Iriana merupakan sahabat Iid kala itu.

Mereka bertemu saat Jokowi masih masa-masa kuliah semester tiga di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Sedangkan Iriana saat itu masih siswi kelas tiga SMA. Pada saat itu keduanya sudah memilliki rasa saling suka. Mereka intens saling berbalas surat karena tinggal di kota yang berbeda.

Kemudian setelah lulus Jokowi memberanikan diri untuk melamar Iriana, lamarannya pun diterima hingga mereka akhirnya menikah dan membina rumah tangga. Dari pernikahannya dengan Iriana, Jokowi dikaruniahi tiga orang anak yaitu Gibra Rakabuming, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangerap.

Di awal pernikahannya Jokowi berjuang sekuat tenaga sebagai seorang pengusaha furniture kayu dengan modal sederhana. Berbekal kemampuan dari ayahnya dan pendidikan semasa kuliah beliau bertekad dan yakin membangun usahanya. Hingga berkat kesabaran dan ketekunannya usaha tersebut mampu bekerjasama dengan berbagai negara luar.

Jokowi merupakan suami dan bapak yang sangat menyayangi kelarganya. Beliau juga mendidik ana-anaknya dengan kehidupan yang sederhana dan apa adanya. Ketiga anaknya merupakan anak-anak yang sangat dewasa dan mandiri. Keluarga juga Jokowi dinilai sangat harmonis.

Memulai Usaha Mebel

Di Solo, yang pertama dilakukannya adalah bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, kemudian setelah banyak pengalaman yang ia dapat dari sana. Jokowi kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha kayu sendiri dengan membuat sendiri.

Berbekal tekad, pengetahuan dan pengalaman Jokowi kemudian membuat badan usaha bernama CV. Rakabu pada tahun 1988 di bidang mebel kayu. Nama badan usahanya terinspirasi dari nama Anak pertamanya yaitu Gibran Rakabuming.

Bisnis kayu Jokowi dibawah naungan CV. Rakabu mengalami pasang surut bahkan hampir kolaps atau bangkrut namun pada tahun 1990 berkat suntikan pinjaman sebesar 30 juta rupiah dari ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali.

Dikenal Sebagai “Jokowi”

Biografi Jokowi
Biografi Jokowi

Memiliki nama asli Joko Widodo, lalu kemudian beliau lebih akrab dan populer dikenal dengan panggilan Jokowi. Dari usaha kayunya itulah yang kemudian ia dikenal dengan nama sapaan ‘Jokowi’. Nama Jokowi diberikan oleh pelanggannya yaitu Mikl Romaknan yang merupakan pria berkebangsaan Jerman.

Nama Joko Widodo terkesan sulit diucapkan oleh Mikl Romaknan hingga ia kemudian menyingkat menjadi ‘Jokowi’ saja hingga kemudian Joko Widodo terkenal dengan sapaan Jokowi sampai sekarang ini. Dan berkat Mikl Romaknan beliau kemudian banyak menerima orderan mebel dari luar negeri selain kejujuran dan kerja kerasnya dalam usaha kayu.

Menjabat Walikota Solo

Dalam berkiprah di dunia politik, Jokowi berawal dari pencalonannya menjadi Wali Kota Solo. Pada Pilkada Kota Solo tahun 2005, beliau diusung oleh PDI-P dan PKB.

Dalam pemilihan tersebut, Jokowi berhasil menjadi Wali Kota Solo dengan meraih persentase suara sebesar 36,62%. Meski tak memiliki pengalaman politik, beliau berusaha mengembangkan Solo agar menjadi kota yang lebih rapi dan tertib.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program dan kebijakan baru pun mulai diperkenalkan ke masyarakat Solo. Beberapa di antaranya adalah relokasi pedagang kaki lima, peremajaan kawasan Jalan Slamet Riyadi, dan pengoperasian Batik Solo Trans (BST). Kesuksesannya memimpin Kota Solo menarik perhatian besar masyarakat Solo sehingga mengagumi sosoknya.

Kemenangan Jokowi sebagai Walikota Solo menjadi pijakan awal Jokowi menuju kursi Presiden Indonesia. Kepemimpinan serta gebrakannya sebagai Walikota Solo banyak mengubah wajah kota Solo sebagai ‘Spirit Of Java‘, ia juga dikenal sebagai pemimpin ‘blusukan’ yaitu sering berkeliling melihat langsung keadaan kotanya.

Kota Solo menjadi kota yang nyaman, penataan kota, relokasi pedagang tanpa menimbulkan kerusuhan, serta membuat Solo menjadi sebagai kota tuan rumah di acara Internasional adalah sebagian kecil dari prestasi Jokowi.

Terbukti pula ia berhasil sekali lagi menjadi walikota solo pada pilkada selanjutnya di tahun 2010. Dan dari situlah ia kemudian mulai dikenal rakyat karena kesederhanaannya serta prestasi yang ditorehkannya.

Kesuksesan Jokowi dalam memimpin Kota Solo jugalah yang rupanya menarik perhatian para politikus negeri ini, terutama Jusuf Kalla. Tokoh dari Partai Golkar itu secara khusus meminta Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Setelah keberhasilannya menjadi Walikota Solo, beberapa politikus memintanya mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meski sempat menolak, akhirnya beliau menerima tawaran tersebut. Diusung oleh PDI-P dan Partai Gerindra, tahun 2012 Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Banyak pihak yang berpendapat pasangan Jokowi-Ahok sebagai pasangan Calon Gubernur yang tidak diunggulkan bahkan survei pun mengatakan demikian, namun yang terjadi pasangan Jokowi-Ahok berhasil mengumpulkan suara yang mengimbangi pasangan incumbent yaitu Fauzi Bowi dengan selisih suara yang tipis hingga akhirnya diadakan pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Akhirnya pilkada putaran kedua berhasil membuat Jokowi-Ahok memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pihak yang menganggap bahwa strategi kampanye politik cerdas  Jokowi sebagai keberhasilan Jokowi dalam memenangkan kursi gubernur. Setelah ia dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia kemudian mencoba bekerja sesuai dengan yang ia janjikan saat kampanye dulu.

Perbaikan irigasi, penataan Pedagang Kaki Lima, hingga perbaikan transportasi yang menjadi masalah ibukota DKI Jakarta ia coba lakukan selain itu kebijakannya seperti pembuatan kartu jakarta sehat untuk kesehatan dan kartu Jakarta Pintar untuk pendidikan, perbaikan sistem transportasi, pengurangan nepotisme di birokrasi DKI Jakarta dengan sistem lelang jabatan.

Meskipun banyak kalangan yang menilai yang dilakukan belum berhasil mengatasi permasalahan ibukota namun banyak warga DKI Jakarta merasa cukup puas dari kebijakan yang ia lakukan terhadap Jakarta. Popularitas Jokowi semakin melejit setelah beliau menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pemimpin yang dikenal dengan program blusukan nya ini semakin dicintai warga karena pendekatan beliau yang merakyat. Tak hanya itu kebijakan- kebijakan yang dibuatnya juga dirasa pro rakyat kecil. Warga Jakarta sangat suka dengan sosok Jokowi, mereka merasa jiwa merakyat Jokowi membuat masayarakat ekonomi rendah lebih diperhatikan.

Ditambah beliau berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memiliki jiwa yang tegas. Di masa kepemimpinan mereka pun pemerintahan DKI Jakarta dikenal sangat transparan.

Menjadi Presiden Republik Indonesia

Biografi Jokowi
Biografi Jokowi

Setelah itu munculah sebuah wacana di kalangan partai untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden RI. Wacana tersebut ternyata disambut baik oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Tanggal 14 Maret 2014, secara langsung Mega menulis surat mandat kepada Jokowi agar mencalonkan diri sebagai presiden.

Benar saja, Jokowi menerima mandat Megawati sebagai sebuah amanah bangsa. Juli 2014, hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemenang dalam Pilpres tahun 2014. Di sisi lain, pasangan lawan yakni Prabowo-Hatta harus menelan pil pahit kekalahan dengan selisih suara sebesar 8.421.389.

Meskipun kemenangan itu di protes oleh pasangan Capres dari kubu Prabowo-Hatta Rajasa hingga kemudian menggugat perolehan suara, tersebut namun pada akhirnya Jokowi berhasil menduduki kursi sebagai orang nomor satu di Indonesia atau sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia.

Jokowi resmi dilantik menjadi Presiden RI pada tanggal 20 Oktober 2014. Semasa kepemimpinannya, beliau berhasil mengeluarkan beberapa kebijakan, seperti pembuatan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan peningkatan produksi pertaninan.

Terlepas dari banyaknya kontroversi mengenai kebijakan Presiden Jokowi atau Joko Widodo, namun Jokowi merupakan sosok yang patut menjadi perhatian, bagaimana tidak hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tahun saja ia berhasil mencapai puncak sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Tak heran jika tahun 2014 majalah TIME menjadikan wajah Jokowi sebagai cover dari majalah tersebut dan menyebutnya sebagai ‘person of the year‘ dan juga memasukkan dirinya sebagai salah satu pemimpin terbaik di dunia.

Menjadi Calon Presiden 2019

Pada bulan Agustus 2019, Jokowi melakukan deklarasi untuk kembali menjadi calon Presiden Republik Indonesia pada tahun 2019. Jokowi memilih untuk berpasangan dengan seorang ulama yakni KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden Indonesia pada pilpres 2019. Sebelumnya sempat banyak nama-nama yang disukan akan menjadi pasangannya.

Beliau tidak kembali menggandeng Jusuf Kalla sebagai Wakil Presidennya dikarenakan batasan keputusan peraturan tentang masa menjabat selama dua periode. Sehingga isu media beredar bahwa ada dua nama yang memungkinkan menjadi pasangannya menjadi calon wakil presiden 2019 yakni Mahfud MD dan KH Ma’ruf Amin.

Posisi Jokowi sebagai orang nomer satu kursi pemerintahan Indonesia menjadi pro dan kontra tersendiri. Banyak masyarakat yang mendukung Jokowi menjadi Presiden RI, namun juga tak sedikit yang merasa Jokowi tidak sepatutnya berada di posisinya saat ini. Berbagai asumsi mencuat dan sangat memanas dikala Pemilihan Umum 2019.  

Terlebih disaat beliau dinyatakan menang dalam Pemilihan Umum 2019. Menimbulkan banyak asumsi beredar di media sosial dan kondisi yang tidak kondusif berupa demonstrasi masyarakat yang merasa ada kecurangan data atas kemenangannya. Namun sosok bapak satu ini yang menanggapi dengan pembawaannya yang tenang dan tegas.

Kehidupannya Keluarga Jokowi

Salah satu yang senter menjadi sorotan media adalah kehidupan keluarga Jokowi. Iya benar saja, sahabat diary tentu tahu bahwa keharmonisan keluarga Jokowi banyak menjadi perhatian untuk diberitai. Tak hanya media nasional dan lokal melainkan kisah kehidupannya banyak diceritakan pada para vloger-vloger melalui chanel YouTube.

Jokowi memiliki 3 orang anak yang terdiri dari dua putra (sulung dan bungsu) serta satu putri. Ketiga anaknya memang saat ini hidup dengan selayaknya dan sederhana. Mereka sering menjadi sorotan publik karena kesederhanaan dan kemandirian.

Putra pertamanya yaitu Gibran Rakabuming kini telah menikah dengan gadis biasa asal Solo. Kini Gibran bersama istri dan anaknya hidup di Solo. Ia juga terkenal sebagai pengusaha yang sukses, seperti catering dan martabak (MARKOBAR). Tidak hanyak Gibran, adiknya Kahiyang juga merupakan wanita sederhana yang telah dipersunting pria asal Sumatera Utara bergaris adat batak.

Kehidupan Kahiyang pun hanya diisi dengan mengurus anak, suami, berbisnis serta menerima endorse pada akun sosial medianya. Tak luput pada putra bungsunya Kaesang Pangarep yang masih berkuliah di luar negeri.

Beliau juga telah merintis bisnis yang dibilang cukup terkenal yakni pisang nugget yang diberi nama Sang Pisang. Usahanya tersebut sudah tersebar di berbagai kota. Kaesang juga merupakan generasi millenials yang rajin bermain sosial media yang salah satunya juga YouTube.

Citra keluarga Jokowi sangat terpapar harmonis di berbagai media terutama vlog YouTube saat ini. Beberapa vlogger berhasil mewawancarai Jokowi dan keluarganya, seperti misalnya Raffi Ahmad dan Nagitas Slavina, Najwa Shihab, Boy William dan masih banyak lainnya.

Keluarga Jokowi memanglah keluarga yang sederhana dan sangat kental akan budaya jawa sehingga terlihat hangat dan santun. Jokowi pun selain dilihat sebagai sosok pemimpin negara dibalik itu beliau juga sosok suami, ayah dan kakek yang sangat lembut dan penyayang. Tak jarang, terekam video dan foto kedekatan Jokowi dengan cucu pertamanya yang sering dibawanya bersafari tugas.

Penghargaan yang diraih Jokowi

Tidak ada penghargaan yang paling indah selain penghargaan dari mayarakat yang merasa teradili oleh kepemimpinan Jokowi. Tapi ada beberapa pengharagaan dan kehormatan yang Jokowi peroleh atas kepemimpinannya tersebut, diantaranya:

1. 2008: Jokowi terdaftar oleh majalah Tempo sebagai salah satu dari ‘Top 10 Walikota Indonesia 2008’.

2. 2011: Ia dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

3. 2012: Jokowi menerima tempat ke-3 Penghargaan Walikota Se-dunia untuk “Mengubah sebuah kota penuh kejahatan menjadi pusat regional untuk seni dan budaya dan kota yang menarik bagi wisatawan”.

4. 2013: Ia tercatat sebagai salah satu dari “The Leading Global Thinkers of 2013” di Foreign Policy (majalah). Pada Februari 2013 ia dinominasikan sebagai walikota global bulan tersebut oleh The City Mayors Foundation yang berbasis di London.

5. 2014: Jokowi masuk daftar Fortune (majalah) sebagai salah satu ’50 Pemimpin terhebat di Dunia.

6. 2015: ia dinobatkan dalam “Men’s Obsession Award 2015” oleh Media Group (2015)

7. 2016: Global Islamic Finance Awards (GIFA) menobatkan Jokowi dalam kategori Global Islamic Finance Leadership dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan EdBiz Consulting (2016)

8. 2017: ia mendapatkan penghargaan yang berjudul “Award for Meritorious Leadership” dari Indonesian Diaspora Network Global (2017)

9. 2018: ia dinobatkan sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan oleh KADIN (2018)

Kesimpulan

Demikian ulasan biografi Jokowi sebagai Presiden ke-tujuh negara Indonesia tercinta kita ya sahabat diary. Banyak hal yang dapat kita contoh dari setiap orang dan tokoh-tokoh di dunia ini. misalnya saja Presiden Jokowi dengan sikap dan sifat nya yang positif. Seperti hidupnya yang sederhana, ketenangannya dalam menyikapi sesuatu, keluarganya yang harmonis dan masih banyak lagi.

Bagaimanapun beliau dihujat, dicela, disindir, dia tetap pada pendiriannya. Namun tetap, sesempurna apapun seorang manusia, pasti pernah berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik insan adalah yang mampu mempelajari sisi positif dari orang lain termasuk Jokowi yang merupakan kepala pemerintah saat ini ya sahabat diary.

Semoga dari ulasan biografi Jokowi ini, kita mendapatkan banyak pengetahuan tentang kisah kehidupan Jokowi. Serta dapat terinspirasi oleh hal-hal poiitif yang ada pada dirinya yaitu kesederhanaan dengan segudang jasa dan prestasi yang telah diraihnya untuk masyarakat dan negara ini.

Ketahui juga Biografi Tokoh, Profil Negarawan dan Tokoh Terkenal Indonesia berikut ini: