Biografi Ibnu Sina: Filsuf, Ilmuwan, dan Bapak Kedokteran Modern dari Persia

0
17
Biografi Ibnu Sina
Biografi Ibnu Sina

diarylounge.com, Hallo sahabat diary, pada artikel kali ini kita akan membahas biografi Ibnu Sina. Kira-kira sahabat diary kenal kah dengan sosok Ibnu Sina? Jika mengulas cerita sejarah kebudayaan islam, kalian akan diperkenalkan dengan seorang dokter yang memiliki kepandaian dalam ilmu kedokteran.

Ya, Ibnu Sina atau juga yang dikenal Avicenna, terkenal dalam dunia kedokteran karena sumbangsihnya terhadap perkembangan ilmu kedokteran. Beliau seorang penulis yang produktif yang sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan kedokteran.

Banyak tulisan-tulisannya menjadi rujukan bagi sarjana-sarjana kedokteran barat. Karyanya yang sangat terkenal adalah al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. Ibnu Sina juga dikenal sebagai ‘Bapak Kedokteran Modern’. Ibnu Sina juga merupakan ahli dibidang matematika, filsafat, sastra serta ilmu kalam.

Beliau merupakan pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. George Sarton menyebut Ibnu Sina sebagai “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat dan waktu”.

Nama : Abu `Ali al-Husain ibnu `Abdillah ibn Hasan ibnu `Ali Sina

Dikenal : Ibnu Sina, Avicenna

Nama Lain : Sharaf al-Mulk, Hujjat al-Haq, Sheikh al-Rayees

Lahir : Afshona, Uzbekistan, 22 Agustus 980 M

Wafat : Hamedan, Iran, Juni 1037

Orang Tua : Abdullah (ayah), Setareh (ibu)

Julukan : Bapak Kedokteran Modern

Awal Kehidupan Ibnu Sina

Tokoh yang satu ini memiliki nama lengkap Abu `Ali al-Husain ibnu `Abdillah ibn Hasan ibnu `Ali Sina. Dunia mengenal dirinya sebagai Ibnu Sina atau Aviciena. Beliau lahir pada tahun 370 hijriyah atau 980 M di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara wilayah Uzbekistan.

Ibunya, bernama Setareh, berasal dari Bukhara dan ayahnya bernama Abdullah yang merupakan seorang Ismaili yang dihormati, sarjana dari Balkh, sebuah kota penting dari Kekaisaran Samanid (sekarang dikenal dengan provinsi Balkh, Afganistan).

Ayahnya bekerja di pemerintahan Samanid di desa Kharmasain, kekuatan regional Sunni. Setelah usia lima tahun Ibnu Sina memiliki adik yang bernama Mahmoud. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya.

Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu. Namun pada usia 22 tahun ayahnya meninggal dunia.

Menurut biografi Ibnu Sina, dirinya telah hafal seluruh Al-Quran pada usia 10 tahun. Beliau juga belajar aritmetika India dari pedagang sayur India Mahmoud Massahi dan  mulai belajar lebih banyak dari seorang sarjana yang memperoleh nafkah dengan menyembuhkan orang sakit dan mengajar anak muda. Dia juga belajar Fiqih (hukum Islam) di bawah Sunni Hanafi sarjana Ismail al-Zahid.

Ibnu Sina lahir di zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks Yunani dari zaman Plato, sesudahnya hingga zaman Aristoteles secara intensif banyak diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan Islam. 

Kecerdasan Ibnu Sina

Biografi Ibnu Sina
Biografi Ibnu Sina

Dalam mempelajari ilmu-ilmu, Ibnu Sina dibimbing oleh Abu Abdellah Natili, dalam mempelajari ilmu logika dalam buku-buku Isagoge danProphyry, Eucliddan Al-Magest Ptolemus. Beliau juga mendalami ilmu agama dan Metaphysics Platodan Arsitoteles. Hingga dalam perjalanannya belajar beliau menemui kesulitan dalam memahami.

Ibnu Sina merasa mengalami masalah saat belajar ilmu Metaphysics dari Arisstoteles. Empat Puluh kali dia membacanya sampai hafal setiap kata yang tertulis dalam buku tersebut, namun dia tidak dapat mengerti artinya.

Sampai suatu hari setelah dia membaca Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li li Aristho-nya Al-Farabi (870 – 950 M), semua persoalan mendapat jawaban dan penjelasan yang terang benderang, bagaikan dia mendapat kunci bagi segala ilmu Metaphysics.

Setelah berhasil mendalami ilmu-ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina merasa tertarik untuk mempelajari ilmu kedokteran. Beliau kemudian mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya. Meskipun secara teori dikatakan belum matang, tetapi beliau banyak melakukan keberhasilan dalam mengobati orang-orang sakit.

Setiap kali menghadapi kesulitan, maka dirinya selalu memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk, maka didalam tidurnya Allah memberikan pemecahan terhadap kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapinya. Beralihnya Ibnu Sina ke pengobatan yaitu pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi beliau juga menemukan metode baru pengobatan.

Anak muda ini memperoleh status penuh sebagai dokter yang berkualitas pada usia 18 dan menemukan bahwa “Kedokteran adalah ilmu yang sulit ataupun berduri, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya segera membuat kemajuan besar, saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat pasien, menggunakan obat yang disetujui”.

Berita kehebatan yang ada pada Ibnu Sina menyebar dengan cepat dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran. Beliau menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya. Berkat itu, Ibnu Sina leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. 

Menulis Kitab Qanun dan Kitab Al-Syifa

Ketika berada di lingkungan istana, Ibnu Sina dapat hidup dengan tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan. Disanalah Ibnu Sina selalu menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang diberi nama kitab Al-Syifa’.

Namun ketika harus bepergian kesana-kemari atau dalam perjalanannya beliau hanya menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina pun tetap menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat.

Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan referensi dalam pembelajaran.

Masih banyak pula tulisan-tulisan Ibnu Sina yang dibuatnya dan bermanfaat bagi dunia pendidikan hingga saat ini. Ibnu Sina memang sangat konsisten untuk mengabdikan diri dalam dunia keilmuan. Bahkan disaat dirinya memiliki banyak tugas-tugas lain atau di kala dirinya berada dalam perjalanan kesana kemari beliau tetap menyempatkan untuk menulis buku atau risalah.

Sumbangan Ibnu Sina Dalam Dunia Kedokteran

Biografi Ibnu Sina
Biografi Ibnu Sina

Dalam biografi Ibnu Sina diektahui jika dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaidah-kaidah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit dalam dunia medis.

Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asiang lain seperti bahasa Inggris, Prancis dan Jerman.

Al-Qanun merupakan kitab yang berisikan kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Bahkan kitab ini pun pernah menjadi kurikulum atau buku ajar bagi pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa. Tak hanya itu, Ibnu Sina juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan lainnya.

Kecerdasan dalam keilmuan lainnya

Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Selain itu ada pula buku lainnya, yang mana dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam bab karya tulis tersebut, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung.

Ibnu Sina mengatakan: “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir.

Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dan Filsafat

Dalam beberapa artikel yang menulis mengenai biografi Ibnu Sina. Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan penelaahan di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles.

Beliau dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia pun mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika dapat menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali.

Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya. Dalam keilmuan filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting.

Wafatnya Ibnu Sina

Kehidupan Ibnu Sina penuh dengan aktivitas-aktivitas kerja keras. Waktunya dihabiskan untuk urusan negara dan menulis, sehingga beliau mengidap sakit maag yang tidak dapat terobati. Di usianya yang ke-58 Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah di Hamedan, Iran.

Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah, terutama dalam bidang medis atau ilmu kedokteran modern. Beliau juga menjadi bukti bahwa dunia keislaman tidak menutup kemungkinan seseorang dalam mengembangkan keilmuan.

Hingga saat ini kitab-kitabnya mengenai ilmu kedokteran banyak dijadikan sebagai referensi para sarjana-sarjana kedokteran dari Barat. Nama Ibnu Sina bahkan banyak diabadikan sebagai nama tempat di beberapa negara di dunia. Hal ini memperlihatkan bahwa Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar kemajuan ilmu pengetahuan muslim di zamannya.

Karya-karya Ibnu Sina

Karya-karya yang ditulis oleh Ibnu Sina diperkiranan antara 100 sampai 250 buah judul. Karyanya yang sangat terkenal atau populer dalam Filsafat adalah As-Shifa, An-Najat, dan Al-Isyarat. Sedangkan karyanya yang terkenal dalam bidang kedokteran adalah Al-Qanun.

Kualitas karyanya yang bergitu luar biasa dan keterlibatannya dalam praktik kedokteran, mengajar, dan politik, menunjukkan tingkat kemampuan yang luar biasa. Selain itu, beliau juga banyak menulis karangan-karangan pendek yang dinamakan risalah atau maqallah.

Beberapa Karyanya diantara lain :

1. Al-Qanun fi Thib (aturan pengobatan)

2. Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)

3. Al-Inshaf (buku tentang keadilan sejati)

4. An-Najah (buku tentang kebahagiaan Jiwa)

5. Al-Musiqa (Buku tentang musik)

Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair.

Beberapa esainya yang terkenal adalah :

1. Hayy ibn Yaqzhan

2. Risalah Ath-Thair

3. Risalah fi Sirr Al-Qadar

4. Risalah fi Al- ‘Isyq

5. Tahshil As-Sa’adah

Beberapa karya puisinya yaitu :

1. Al-Urjuzah fi Ath-Thibb

2. Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah

3. Al-Qasidah Al- ‘Ainiyyah

Sifat Ibnu Sina

1. Mengagumi dirinya sendiri

Kekagumannya akan dirinya ini diceritakan oleh temannya sendiri yakni Abu Ubaid al-Jurjani. Antara lain dari ucapan Ibnu Sina sendiri, ketika aku berumur 10 tahun aku telah hafal Al-Qur’an dan sebagian besar kesusateraan hinga aku dikagumi.

2. Mandiri dalam pemikiran

Sifat ini punya hubungan erat dan sudah tampak pada Ibnu Sina sejak dirinya juga masih kecil. Hal ini terbukti dengan ucapannya “Bapakku dipandang penganut madzhab Syi’ah Ismailiah. Demikian juga saudaraku.

Aku dengar mereka menyebutnya tentang jiwa dan akal, mereka mendiskusikan tentang jiwa dan akal menurut pandangan mereka. Aku mendengarkan, memahami diskusi ini, tetapi jiwaku tak dapat menerima pandangan mereka”.

3) Menghayati agama, tetapi belum ke tingkat zuhud dan wara’.

Selain Pandai dalam keilmuan, Ibnu Sina pun memang sosok yang taat beragama. Beliau sangat rajin beribadah dan mengahayati pemikirannya berdasarkan logika berserta kaidah agamanya (Islam). Hal ini terbukti di saat beliau sangat sukar memahami buku karya Aristoteles tidak hanya membaca berulang kali melainkan dirinya juga berdoa memohon petunjuk kepada Allah SWT.

Ibnu Sina juga mengatakan “Setiap argumentasi kuperhatikan muqaddimah qiyasiyahnya setepat-tepatnya, juga kuperhatikan kemungkinan kesimpulannya. Kupelihara syarat-syarat muqaddimahnya, sampai aku yakin kebenaran masalah itu. Bilamana aku bingung tidak berhasil kepada kesimpulan pada analogi itu, akupun pergi sembahyang menghadap maha Pencipta, sampai dibukakan-Nya kesulitan dan dimudahkan-Nya kesukaran”.

4. Cepat dalam membuat karangan

Ibnu Sina dengan cepat memusatkan pikirannya dan mendapatkan garis-garis besar dari isi pikirannya serta dia dengan mudah melahirkannya kepada orang lain. Tak hanya demikian, untuk menuangkan isi pikiran dengan memilih kalimat atau kata-kata yang tepat adalah hal mudah bagi dia. Semua itu bisa dilakukan berkat pembiasaan, kesungguhan dan latihan dan kedisiplinan yang dilakukannya sejak kecil.

Kesimpulan

Ibnu Sina merupakan tokoh tauladan yang giat dan tekun dalam mendalami dunia keilmuan dan tak melupakan keimanannya loh sahabat diary. Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, sosok Ibnu Sina memperoleh penghargaan yang tinggi hingga masa modern saat ini. Tahukah sahabat diary bahwa beliau adalah satu-satunya filsafat besar Islam yang telah berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad.

Ibnu sina menghabiskan masa hidupnya hanya untuk memberikan keilmuan-keilmuan terbaik yang dapat kita pelajari saat ini. Nah, sahabat diary jangan malas-malas belajar ya, kalian dapat mencontoh semangat dan ketekuan Ibnu Sina dalam belajar dan berbagi ilmu. Itulah artikel biografi Ibnu Sina yang dapat dibaca dan dipelajari oleh sahabat diary.

Artikel tesebut diambil dari banyaknya refrensi sebelumnya tentang kisah dan biografi Ibnu Sina. Mohon maaf jika terdapat banyaknya kekurangan semoga bermanfaat untuk sahabat-sahabat diary semua ya, sampai jumpa di biografi tokoh lainnya.

Ketahui juga Biografi Tokoh, Profil Negarawan dan Tokoh Terkenal Indonesia berikut ini: