Jangan Terlalu Jual Diri, Ini Tips Menghadapi Wawancara Kerja

0
141
Tips Menghadapi Wawancara kerja
Sumber Gambar: caraspot

Diarylounge.com, Saat menghadapi wawancara kerja kebanyakan orang akan berusaha untuk “menjual diri” sebaik mungkin. Tujuannya, agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Perlu tips menghadapi wawancara kerja yang efektif agar sukses dalam mencari pekerjaan.

“Menjual diri” dianggap salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan dan intelektual mereka di depan pimpinan. Padahal sebenarnya bukan begitu cara mempromosikan diri pada saat interview.

Kita adalah orang yang unik. Tak ada yang seperti dan tak akan pernah ada yang sama dari setiap orang. Semua pasti memiliki cerita masing-masing. Ini yang bisa dimanfaatkan saat melakukan interview dengan beberapa manajer perekrutan.

Penjualan diri yang bagus mengharuskan kita mengajukan pertanyaan bagus dan mendengarkan dengan saksama jawabannya. Menjual diri dengan cara mengajukan pertanyaan membuat kita terlihat lebih pintar. Selain itu, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kemungkinan akan menemukan celah sisi lain perusahaan atau pekerjaan yang akan dimasuki.

Cara “menjual diri” yang baik pada saat interview dengan menunjukkan pengetahuan tentang perusahaan tersebut, memuji kinerja perusahaan tersebut, dan masih banyak lainnya yang memungkinkan untuk menunjukkan ketertarikan pada perusahaan tersebut.

Sehingga membuat perekrut juga merasa tertarik dan merasa bahwa kita adalah orang yang tepat untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut. Jangan hanya fokus pada “menjual diri”.

Tips Menghadapi Wawancara Kerja yang Super Efektif

Wawancara merupakan proses penting untuk mendapatkan pekerjaan. Berhasil tidaknya mendapatkan pekerjaan salah satunya ditentukan oleh proses wawancara itu sendiri. Banyak mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata atau genius, tetapi gagal dalam proses ini.

Sikap dan karakter diri, kematangan dalam berfikir, atau bahkan persiapan yang dilakukan untuk menghadapi wawancara secara langsung akan mempengaruhi hasil dari wawancara. Berikut tips menghadapi wawancara kerja, baik wawancara pertama maupun bagi yang sudah sering melakukan wawancara.

1. Tiba lebih awal
Rencanakan untuk datang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Dengan waktu yang masih tersisa sebelum wawancara, kita bisa gunakan untuk mengatur emosi, mengontrol stres, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan lainnya seperti pakaian dan make up.

2. Jabat tangan interviewer dengan tegas dan biarkan interviewer memulai pembicaraan
Saat bertemu dengan interviewer, pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Interviewer akan mengetahui karakter melalui cara berjabat tangan.

Berikan kesempatan kepada interviewer untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama, menjelaskan tugas, dan posisi. Hal ini akan memberikan kempatan kita untuk mencerna informasi dari interviewer.

3. Berikan jawaban yang singkat dan jelas
Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya dijawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan untuk hengkang dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan?”, “Kesalahan apa yang pernah diperbuat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya.

Usahakan untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan interviewer.

4. Aktif dalam percakapan
Ciptakan hubungan yang akrab dengan interviewer dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya peraturan perusahaan, kebijaksanaan perusahaan yang didapatkan jika diterima untuk bekerja (Jamsostek, tunjangan hari raya, dll).

5. Tetap rendah hati
Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman, terapkanlah sikap rendah hati. Jangan sampai meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diberikan oleh interviewer. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan.

Sikap rendah hati akan sangat disukai walaupun kita sudah mempunyai segudang pengalaman kerja karena hal inilah yang mencerminkan sikap nantinya jika diterima untuk bekerja.

6. Perlihatkan minat dan semangat
Ekspresi wajah akan sangat berpengaruh pada kesan interviewer. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat interviewer berminat dan yakin akan kemampuan kita.

Cerikan tentang pengalaman yang telah dijalani dengan ekspresi yang bersemangat dan yakinkan interviewer bahwa kamu akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman dimasa lalu.

7. Menetapkan harapan
Pada umumnya, sebelum dilakukannya wawancara diharuskan mengisi formulir interview yang berisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyeleksi kandidatnya, termasuk salary dan fasilitas yang diharapkan. Jangan mematok harga yang tidak rasional.

Lebih bijak jika megukur terlebih dahulu kemampuan bukan mengikuti keinginan, lalu simpulkan seberapa layak kita mendapatkan salary dan fasilitas jika kita diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk mencari informasi standard salary perusahaan dari karyawan, internet dan beberapa buku panduan lainnya.

Contohnya, untuk standar gaji lulusan S1, D3, SMA sederajat dan sebagainya. Lebih banyak informasi yang didapatkan akan lebih mematangkan persiapan untuk wawancara.

8. Jangan menceritakan kelemahan perusahaan sebelumnya
Ada beberapa interviewer yang memancing peserta wawancara untuk mencari selah agar kita mencerikan kelemahan perusahaan dimana kita bekerja sebelumnya. Hindari menceritakan kelemahan perusahaan, atasan bahkan lingkungan kerja sebelumnya.

Ada beberapa asumsi dari sang interviewer jika terpancing dengan pertanyaan ini “Jika mengundurkan diri dari perusahaannya, akan sangat memungkinkan jika kita juga akan menceritakan kelemahan perusahaannya” Agar tidak terpancing dengan tipe pertanyaan seperti ini, persiapkanlah jawaban sebelum menghadapi wawancara.

Ingat, Bukan berarti harus berbohong untuk menutupi kelemahan perusahaan sebelumnya. Intinya buatlah jawaban yang sekreatif mungkin dan tidak manipulatif.

9. Ucapkan terima kasih dan follow up.
Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada interviewer karena telah diberikan kesempatan untuk wawancara meskipun nantinya tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk follow up, sejauh mana hasil dari wawancara.

JIka sudah menjalankan semua tips menghadapi wawancara kerja namun masih belum berhasil, Kita harus berjiwa besar jika tidak diterima untuk bekerja, tetapi setidaknya mendapatkan pengalaman dan ilmu dari wawancara tersebut, sehingga kita akan mempunyai gambaran dan dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi dikemudian hari jika menghadapi wawancara.

Tips Menghadapi Wawancara Kerja
Sumber Gambar: Job-like
Kebiasaan Buruk Saat Menghadapi Wawancara Kerja

1. Menggigit jari
Tanpa sadar kita suka menyentuh rambut, menggigit jari, atau mengetuk-ketukkan kaki ke lantai saat gugup? Selama wawancara, akan dinilai oleh orang asing di depan dan ini tentu membuat gugup.

Namun 32 persen manajer HRD yang di survei situs Career Builder mengatakan bahwa mengigit jari, memainkan rambut, atau mengetuk-ketukkan kaki merupakan bahasa tubuh paling buruk.

2. Bermuka judes
Coba bercermin dan lihat seperti apa wajah saat sedang diam. Apakah saat diam pun ekspresi terlihat marah? Bosan? Atau justru kelihatan ramah? Kemudian minta pendapat teman atau keluarga. Kalau mayoritas jawaban mereka mengatakan wajah judes, maka harus memperbaikinya agar terlihat lebih ramah.

3. Mengangguk berlebihan
Mengangguk atau menggeleng berlebihan kurang enak dipandang. Cukup katakan ya secara ringkas atau tidak jika tak setuju.

4. Bersandar terlalu santai
Memiliki kebiasa duduk santai kapanpun dan di manapun, mulailah mengubah kebiasaan ini. Terlihat santai alias tidak tegang memang baik. Namun postur yang buruk dapat mengesankan kalau kita tidak serius, pemalas, atau keduanya.

Berhasil tidaknya mendapatkan pekerjaan salah satunya ditentukan oleh proses wawancara itu sendiri. Banyak mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata atau genius, tetapi gagal dalam proses ini. Jadi tak ada salahnya mengikuti tips menghadapi wawancara kerja ini agar berhasil mendapatkan pekerjaan impian.