Polusi Udara dari Kemacetan Bisa Sebabkan Penyakit Pernafasan Asma

0
45
Polusi Udara dari Kemacetan Bisa Sebabkan Penyakit Pernafasan Asma
Polusi Udara dari Kemacetan Bisa Sebabkan Penyakit Pernafasan Asma

Dairylounge.com, Kemacetan menjadi lagu lama bagi warga ibu kota. Permasalahan tersebut seakan akan tidak pernah selesai dan merembet pada masalah lainnya yaitu masalah kesehatan para pengguna jalan. Salah satu permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh kemacetan adalah penyakit pernafasan yaitu asma.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa polusi udara menyebabkan kematian 3,7 juta warga di seluruh dunia hingga tahun 2012. Polusi udara menyebabkan berbagai penyakit pernafasan seperti kanker paru-paru, asma dan penyakit lainnya seperti serangan jantung dan stroke.

Bagi pengendara sepeda motor, paparan polusi udara ketika macet lebih banyak mereka rasakan dibanding pengguna moda transportasi lain yang tertutup. Hal ini berkontribusi terhadap asma, kanker paru-paru, dan penyakit pernafasan lainnya. Selain orang-orang yang berkendara di jalan, paparan polusi udara yang disumbangkan alat transportasi juga mempengaruhi kesehatan penduduk yang tinggal di sekitar jalan yang padat.

Asma menjadi salah satu penyakit pernafasan yang bisa timbul akibat kemacetan. Laporan Global Asthma Report 2015 memprediksikan pengidap Asma di seluruh dunia berkisar 334 juta jiwa. Berdasarkan data WHO pada 2011 lalu, ada sekitar 180 ribu orang di dunia meninggal akibat asma.

Di Indonesia, jika merujuk pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, pengidap asma berkisar 1,2 juta orang. Prevalensi terbanyak ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tengah. Angka prevalensi lebih dari 7.0 alias tujuh kasus per seribu penduduk.

Dulu, asma identik dengan penyakit orang lanjut usia. Fakta berbicara hal yang berbeda. Angka tertinggi pengidap asma di Indonesia ada dalam kelompok umur 15-44 tahun.

Dalam soal angka kematian, data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) mendapati angka kematian akibat asma sebanyak 63.584 orang. Sayangnya pada data ini tak memaparkan secara detail terkait umur dan jenis kelamin. Namun, jika merujuk pada data Global Asthma Report, mayoritas korban meninggal adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Dikutip dari klikdokter.com, dr. Alvin Nursalim menjelaskan ciri-ciri Asma adalah gangguan pernafasan dengan tanda sesak nafas. Namun, tidak semua yang sesak itu Asma. Rasa sesak ini disebabkan mengecilnya saluran udara atau dalam beberapa kasus udara tersumbat akibat adanya cairan mukus di saluran udara pasian. Penyumbatan ini akan membikin udara yang masuk bergesekan, alhasil sering terdengar bunyi gesekan ngik ngek ngik ngek.

Anak-anak yang tinggal di sekitar jalur lalu lintas yang selalu padat, ternyata lebih berisiko kena asma. Tidak hanya kemungkinan terkena asma, namun bahkan diyakini bisa menjadi pengidap asma kronis.

Selama ini, polusi dari padatnya lalu lintas, diduga hanya bisa memicu asma. Tapi, sebuah penelitian terbaru di Eropa ternyata menyimpulkan bahwa kepadatan lalu lintas justru adalah salah satu penyebab asma.

Los Angeles Times yang mengutip penelitian itu, menyebutkan bahwa 14 persen asma kronis pada anak-anak ternyata disebabkan oleh polusi yang berasal dari lalu lintas.

“Ini pertama kalinya ada perkiraan kasus asma yang sebetulnya tak terjadi jika mereka tidak terpapar gara-gara tinggal di dekat jalanan yang berpolusi,” kata pemimpin penelitian itu, Dr Laura Perez dari Swiss Tropical and Public Health Institute.

Studi yang dimuat di European Respiratory Journal itu, juga menyebutkan bahwa hasil penelitian mereka menekankan tentang pentingnya perbaikan tata kota dan peraturannya. Laporan itu pun mengisyaratkan agar keluarga dengan anak-anak yang sedang tumbuh kembang, lebih baik tidak tinggal di dekat jalanan macet dan berpolusi.

Ciri-ciri Anak Mengidap Penyakit Asma

Orang tua harus sangat waspada apabila anak-anak mungkin menderita asma. Asma bisa muncul ketika anak baru lahir sebagai kondisi bawaan. Tapi asma juga muncul sebagai kondisi tertentu ketika anak berusia lebih dari 4 tahun. Setelah anak didiagnosa dengan asma maka orangKemaceta tua harus menjadi lebih perhatian. Berikut beberapa gejala asma yang perlu diketahui semua orang tua.

Ada beberapa ciri-ciri anak mengidap penyakit Asma. Pertama,  Anak menjadi lebih sering batuk pada saat malam hari, dan tampak normal pada siang hari, nafas anak mengeluarkan bunyi seperti peluit ringan. Ciri-ciri selanjutnya adalah Anak-anak kesulitan bernapas saat malam hari, ada rasa tidak nyaman yang menjadi penyebab dada sakit ringan dan nyeri dan ciri yang terakhir adalah Anak-anak menjadi tidak bersemangat untuk bermain.

Ketika seorang anak memiliki penyakit serius seperti asma, orang tua harus bersikap dengan bijak. Menurut Morawska dan Mitchell, orangtua harus konsisten dalam mendampingi sang buah hati. Konsistensi ini dapat membantu untuk mengurangi stres. Dalam menghadapi anak berpenyakit kronis, orangtua juga membutuhkan pikiran yang selalu jernih, agar dapat menemukan cara efektif dalam proses penyembuhan sang buah hati. Pola hidup yang sehat juga harus dijalani, tak hanya untuk anak saja, tapi juga untuk orangtua.