ISPA Dominasi Penyakit Pernafasan Warga Jakarta

0
91
Penyakit Pernafasan
Polusi udara menjadi penyebab utama penyakit pernafasan penduduk kota di Indonesia

Dairylounge.com, Kesehatan merupakan kebutuhan setiap manusia dan salah satu aspek yang menentukan tinggi rendahnya standar hidup seseorang. Polusi udara yang biasa terdapat di kota-kota besar bisa menyebabkan penyakit pernafasan bagi warganya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, hampir 60 persen pasien di rumah sakit Jakarta menderita penyakit yang disebabkan oleh polusi udara.

“Posisi tertinggi ditempati oleh ARI atau atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yaitu 2,4 juta kasus atau memakan porsi 25,5 persen,” ujar peneliti perubahan iklim dan kesehatan lingkungan dari Universitas Indonesia, Budi Haryanto. Ia menambahkan di wilayah Jakarta, penyakit pernafasan yang diidap warga kebanyakan diakibatkan polusi kendaraan bermotor. Walaupun mengendarai mobil ber-AC, potensi menghirup debu tetap banyak seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com (21/5).

ISPA merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan adanya infeksi pada sistem pernafasan atas. Penyakit pernafasan ini disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dn lain-lain. Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan dan lain-lain.

Penyakit ISPA dibagi dalam dua golongan, yaitu pneumonia (radang paru) dan yang bukan pneumonia seperti batuk pilek. Penyebabnya, virus, seperti Rotavirus, virus Influensa, bakteri Streptococcus pneumoniae dan bakteri Staphylococcus aureus.

Dikutip dari publikasi organisasi Greenpeace tentang kualitas udara di Jabodetabek, Udara Jakarta dan sekitarnya telah tercemar oleh polusi yang membahayakan kesehatan warga dan meningkatkan risiko kematian dini. Hasil pemantauan udara secara global menunjukkan tingginya polusi udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dibandingkan wilayah lainnya.

Kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya sangat membahayakan kesehatan warga. Pemantauan kualitas udara yang dilakukan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) dengan mengukur konsentrasi PM2.5 menunjukkan kualitas udara yang sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Kualitas udara yang tidak sehat, misalnya, terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, khususnya pada bulan Mei-Juli 2017. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil dan berbahaya yang dihasilkan, antara lain, dari pembangkit listrik, transportasi, dan aktivitas industri.

Pencegahan ISPA pada Anak

ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan infeksi yang terjadi pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru yang disebabkan oleh virus atau bakteri. ISPA pada balita seringkali terabaikan karena mirip dengan gejala flu biasa.

Terdapat beberapa gejala ISPA yang dialami oleh bayi yaitu berat badan anak turun, demam, sesak napas, berkeringat dan nafsu makannya turun. Selain itu, napas bayi juga bisa jadi cepat. Pada bayi di bawah usia 2 bulan, dikatakan bernapas cepat jika lebih dari 60 kali per menit. Waspadalah jika bayi dalam kondisi ini. Karena, ada kemungkinan ia terkena pneumonia. Sedangkan bayi di usia 2–24 bulan disebut bernapas cepat jika lebih dari 50 kali per menit, dan lebih dari 40 kali per menit untuk anak usia 1–5 tahun.

Untuk mengetahui apakah bayi Anda sesak napas bisa dilihat dari tarikan dinding dada ke dalam. Pada kondisi normal, saat bernapas dada tidak terlihat cekung. Namun bila terkena pneumonia, dinding dada tertarik cekung ke dalam karena bayi berusaha bernapas dengan payah.

Ada beberapa cara bagi orang tua untuk mencegah terjadinya ISPA pada anak. Yang pertama adalah Rajin mencuci tangan. Salah satu cara penularan ISPA pada balita adalah melalui udara dan makanan. Virus yang terbang di udara dan menempel di makanan atau barang-barang yang disentuh anak bisa dengan mudah masuk ke tubuhnya. Untuk mencegah hal tersebut, ajarkan si kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas agar virus tidak masuk ke tubuhnya.

Pencegahan yang kedua adalah menghindari asap rokok, asap rokok dari orang lain sangat berbahaya untuk saluran pernafasan si kecil. Untuk mencegah ISPA pada balita, jauhkan si kecil dari segala bentuk asap rokok agar saluran pernafasannya tetap sehat. Pencegahan ketiga adalah pakaian baju berlengan panjang dan pakaikan masker kepada anak anda jika ingin keluar rumah.

Pencegahan keempat adalah hindari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan flu. Segera cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer setelah kontak dengan penderita ISPA. Selain itu, orang tua juga harus memastikan bahwa rumah memiliki ventilasi yang cukup sehingga sirkulasi udara dapat berlangsung dengan lancar. Pencegahan terakhir dengan memberikan asupan makanan dan minuman yang bergizi karena penyakit pernafasan bisa terjadi kapan saja.