Gaya Hidup Tak Sehat Bisa Sebabkan Disfungsi Seksual Lho!

0
21
Disfungsi Seksual
Sumber: deherba

Diarylounge.com, Hampir dari 20 persen laki-laki dewasa dan paruh baya di ibu kota New Delhi yang berkonsultasi dengan dokter terkait masalah disfungsi seksual, baik soal penggerak, frekuensi atau kepuasan yang berkurang. Dari hasil survei ditemukan bahwa gaya hidup buruk dapat disebabkan oleh makanan, obesitas, stres dan merokok, tak hanya meningkatkan risiko terkena penyakit metabolik, tetapi juga menimbulkan risiko terjadinya disfungsi seksual jangka pendek dan jangka panjang.

Survei tersebut juga menunjukkan kalau lebih dari 48 persen laki-laki sebenanya mengetahui kalau kebiasaan makan yang tidak sehat, kurang olahraga, kebiasaan tidur yang jelek, serta gemar merokok, bisa jadi penyebab utama berkurangnya dorongan seksual. Selin itu, stres juga mempengaruhi kesehatan seksual seseorang.

Sementara itu, lebih dari 35 persen laki-laki melaporkan kalau perasaan stres bisa berdampak pada dorongan dan frekuensi seksual, kurang tidur juga mengurangi dorongan seksual pada 48 persen laki-laki.

Selain itu studi tersebut juga menemukan kalau dengan merokok, memiliki efek melemahkan kesehatan, berdampak pada dorongan dan frekuensi seksual.

Hanya 19 persen perokok berat (21-40 batang sehari) ditemukan memiliki dorongan seks yang sangat kuat dibandingkan dengan 50 persen non-perokok.

Hasil analisis dari dampak berbagai pilihan gaya hidup dan kebiasaan pada aktivitas seksual lebih dari 800 orang dewasa berusia 21-45 tahun, termasuk profesional, ibu rumah tangga dan siswa dari wilayah Delhi dan The National Capital Region (NCR).

Apa sih disfungsi seksual itu?

Disfungsi seksual adalah masalah yang menghalangi seseorang memiliki hasrat seksual atau mendapat kepuasan dalam kegiatan seksual. Kondisi ini dapat menimpa wanita maupun pria dan risikonya semakin tinggi seiring pertambahan usia.

Disfungsi seksual pada perempuan bisa meliputi masalah dalam respon seksual, orgasme dan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Sedangkan masalah seksual pada laki-laki bisa menyangkut disfungsi ereksi atau impotensi, gangguan ejakulasi, hingga kehilangan gairah seksual.

Disfungsi seksual sendiri sering terjadi, dimana 43 persen perempuan dan 31 persen laki-laki pernah merasakan gangguan atau kesulitan dalam aktivitas seksual.

Disfungsi seksual bisa jadi masalah jika terjadi terus-menerus dan berpengaruh secara signifikan dalam kehidupan seksual seseorang. Semakin lama disfungsi seksual berlangsung, semakin tinggi tekanan dan tingkat kecemasan yang dimiliki penderita.

Meski begitu, sebagian besar penderita bisa dipulihkan dengan pengobatan fisik maupun dipadukan dengan terapi ecara psikologi.

Ciri-ciri Gejala Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual menunjukkan gejala berdasarkan jenis gangguan yang diderita. laki-laki dan perempuan memiliki gejala yang berbeda. Beberapa ciri gejala disfungsi seksual pada perempuan misalnya:

1. Hasrat seksual yang rendah. Jenis disfungsi seksual yang paling umum diderita perempuan, ditandai dengan hilangnya hasrat atau keinginan untuk berhubungan seksual.

2. Gangguan rangsangan seksual. Dalam kondisi ini, hasrat berhubungan seksual tetap ada, tapi seorang wanita sulit untuk terangsang dan mempertahankan rangsangan selama kegiatan seksual.

3. Gangguan nyeri seksual/dyspareunia. Gejalanya yaitu timbulnya rasa nyeri saat melakukan kontak vagina atau stimulasi seksual. Banyak hal yang dapat memicu rasa nyeri dalam hubungan seksual, misalnya vaginismus, pelumas yang tidak memadai, serta otot vagina yang kaku.

4. Gangguan orgasme, yaitu kesulitan mencapai orgasme meski rangsangan dan stimulasi dilakukan terus menerus.

Disfungsi Seksual Wanita
Sumber: Sidomi

Sedangkan gejala disfungsi seksual pada laki-laki yaitu:
Disfungsi ereksi atau dikenal dengan nama impotensi. Kondisi ini terjadi saat laki-laki tidak bisa untuk ereksi atau mempertahankan ereksi yang dibutuhkan selama hubungan seksual.

1. Penurunan hasrat berhubungan seksual (libido). Kondisi ini seringkli dikaitkan dengan rendahnya jumlah hormon testosteron dalam tubuh. Apabila penurunan hasrat sudah parah, seorang pria akan sama sekali tidak bergairah untuk melakukan hubungan seksual.

2. Gangguan ejakulasi, Ada tiga jenis gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini (ejakulasi yang terjadi sebelum penetrasi atau sesaat setelah penetrasi), ejakulasi yang lambat, serta ejakulasi berbalik (ejakulasi kembali ke kandung kemih dan bukan keluar di ujung penis melalui uretra).

Penyebab Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya:

1. Kondisi fisik atau medis yang mengganggu fungsi seksual.

2. Kondisi tersebut termasuk penyakit diabetes, jantung dan vaskuler, gangguan saraf, penyakit kronis, penyalahgunaan obat, dan efek samping dari obat-obatan tertentu (salah satunya adalah antidepresan yang dapat mengganggu hasrat dan fungsi seksual).

3. Kondisi hormonal, seperti penurunan kadar hormon estrogen pada wanita, terutama setelah menopause dan hormon testosteron yang rendah pada pria sehingga mengurangi hasrat melakukan kegiatan seksual.

4. Faktor psikologi, terutama stres, dapat menyebabkan disfungsi seksual. Selain itu, kecemasan, kekhawatiran berlebihan akan performa seksualnya, masalah dalam hubungan atau pernikahan, depresi, perasaan bersalah, serta efek trauma masa lalu juga dapat berpengaruh.

Diagnosis Disfungsi Seksual

Diagnosis disfungsi seksual dimulai dengan menanyakan gejala secara menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan perubahan fisik yang dapat mempengaruhi kepuasan seksual, seperti elastisitas kulit dan jaringan pada alat kelamin. Untuk menguatkan diagnosis disfungsi seksual, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes berikut ini, di antaranya:

1. Tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan faktor risiko lain, seperti diabetes dan kolesterol.

2. Tes untuk memonitor ereksi saat tidur di malam hari. Tes ini akan menentukan apakah gangguan ereksi yang dialami akibat faktor fisik atau psikologis.

3. Tes vaskuler pada pria untuk memeriksa aliran darah ke penis.

4. Tes pengujian sensori untuk memeriksa kekuatan impuls saraf pada bagian tubuh tertentu.

Dokter juga bisa merujuk pasien ke dokter lain, seperti dokter spesialis urologi, endokrinologi, neurologi, terapis seksual dan terapis lain guna mendapatkan diagnosis dan pilihan pengobatan yang paling tepat.

Pengobatan Disfungsi Seksual Pengobatan disfungsi seksual bertujuan mengatasi masalah utama yang menyebabkan gangguan ini.

Pengobatan tersebut meliputi:
Bagi penderita suatu penyakit, dokter dapat menyesuaikan atau mengganti obat yang memiliki efek seksual tertentu. Obat flibanserin diberikan pada wanita pramenopause yang memiliki hasrat seksual rendah.

Sedangkan obat tadalafil, sildenafil, atau vardenafil dapat meningkatkan fungsi seksual pria dengan meningkatkan aliran darah ke penis. Untuk masalah ejakulasi dini, dokter dapat memberi obat promescent. Obat semprot topikal ini mengandung lidocaine yang bertujuan mengurangi sensitivitas agar ejakulasi lebih terkendali.

Pengobatan yang berkaitan dengan masalah hormon. Bagi wanita dengan kadar estrogen rendah, terapi estrogen dapat diberikan guna membantu elastisitas vagina dengan meningkatkan aliran darah dan pelumas pada vagina. Terapi ini dapat diberikan dalam bentuk cincin vagina, krim, atau tablet Sedangkan bagi pria dengan kadar testosteron rendah, dokter dapat memberi suplemen hormon atau terapi pengganti testosteron.

Terapi psikologi, terapi ini dilakukan oleh konselor terlatih untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan, rasa takut atau perasaan bersalah yang berdampak pada fungsi seksual. Selain itu, pemahaman tentang seks dan tingkah laku seksual juga perlu dimiliki penderita agar kegelisahan tentang kemampuan seksualnya dapat teratasi. Salah satu caranya adalah berbicara secara terbuka pada pasangan tentang kebutuhan dan kegelisahan pada dirinya guna menghilangkan hambatan dalam kehidupan seks.

Selain pengobatan tersebut, beberapa alat bantu seperti alat pompa (vakum) dan vibrator dapat membantu seseorang dalam penanganan masalah seksual. Sedangkan untuk membantu pria dengan gangguan ereksi, pilihan operasi implan penis dapat dipertimbangkan.