Menurunkan Berat Badan Dengan Diet Tanpa Olahraga, Bisakah?

0
328
Diet Tanpa Olahraga
Gambar: Sehatalamiku

Diarylounge.com, Cara diet tanpa olahraga dengan cepat merupakan cara diet yang sangat diidamkan bagi orang dengan waktu yang sangat sedikit. Setiap wanita maupun pria pasti ingin mempunyai badan yang ideal dan normal. Faktor kesibukan kadang menjadi penyebab utama wanita malas melakukan olahraga.

Makan dengan pola yang teratur dan benar dapat membuat badan sehat juga dapat membantu menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan dengan cepat, terkadang membuat kita suka bersikap yang berlebihan karena berat badan yang berlebihan dalam tubuh kita, dan memberikan efek-efek negatif dalam tubuh.

Namun diet tanpa olahraga ternyata bisa lo dilakukan. Diet biasanya dilakukan dengan cara mengurangi asupan kalori dan diimbangi dengan olahraga untuk membakar kalori. Tapi untuk orang yang memiliki alasan kesehatan, berolahraga demi membakar kalori dalam rangka berdiet bisa dihilangkan.

Jika memilih diet tanpa olahraga, berarti harus benar-benar memperhatikan asupan kalori. Pengurangan kalori melalui perubahan diet tampaknya menurunkan berat badan lebih efektif daripada aktivitas fisik dan olahraga. Namun tentu saja diet yang dikombinasikan dengan olahraga akan membantu membakar kalori lebih banyak.

Jika memilih diet tanpa olahraga, maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Makan lebih lambat
Jangan terburu-buru saat makan. Nikmati tiap gigitan dan kunyah perlahan-lahan. Makan dengan lambat berarti memberi kesempatan pada tubuh untuk mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut sudah penuh. Otak juga akan lebih mudah memberi sinyal jika mulai makan berlebihan. Cara ini dipandang sebagai diet yang mudah.

2. Konsumsi protein tanpa lemak
Protein memungkinkan untuk menahan nafsu makan dan membantu merasa puas lebih lama. Penuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi sumber protein tanpa lemak, seperti tahu, telur, daging unggas, daging sapi, produk susu, dan kacang-kacangan.

3. Konsumsi camilan sehat
Jika ingin mengonsumsi camilan, pilihlah camilan sehat yang rendah kalori. Misalnya yoghurt, telur rebus, atau ΒΌ cangkir kacang. Mengonsumsi camilan dapat membantu tetap kenyang sampai pada waktu makan utama tiba. Pada saat menyantap makanan utama, nafsu makan menjadi tetap terkontrol. Waktu menyantap camilan yang tepat adalah beberapa jam di antara waktu makan utama.

4. Makan lebih banyak sayuran
Serat dan air yang ada pada sayuran dapat membantu menurunkan berat badan. Sebab, serat dan air akan membuat merasa kenyang dengan kalori yang lebih sedikit dibanding makanan lain. Kedua zat ini juga akan menggantikan kalori yang dapatkan apabila menyantap makanan lain.

5. Tidur cukup
Menambah jam tidur malam agar kebutuhan akan istirahat tercukupi dapat membantu diet. Tercatat kurang lebih 6 kg berat badan yang berkurang dalam setahun apabila menambah jam tidur tiap harinya. Alasannya, menambah waktu tidur berarti mengurangi waktu luang yang biasanya digunakan untuk bersantai sambil makan camilan tanpa berpikir panjang.

6. Pilih cara memasak yang sehat
Cara memasak juga berpengaruh kepada keberhasilan diet. Hindari teknik memasak makanan dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak, menggunakan saus, atau terlalu banyak bumbu. Makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus, dan dipanggang akan lebih sehat. Jika tetap harus menggunakan minyak, gunakan minyak zaitun atau canola.

7. Minum cukup air putih
Kadang-kadang rasa haus terasa seperti rasa lapar. Minumlah air dalam jumlah yang cukup agar rasa haus tidak diterjemahkan menjadi rasa lapar dan membuat menjadi ingin makan. Air juga berfungsi menghidrasi tubuh dan penting dalam membantu menurunkan berat badan atau diet tanpa olahraga.

8. Memantau berat badan
Pantau berat badan seminggu sekali untuk mengukur seberapa efektif program diet ini. Penurunan berat badan yang normal dan aman adalah 0.5-1 kg per minggu. Jangan berharap terlalu cepat dalam menurunkan berat badan sebab penurunan yang perlahan-lahan justru akan bertahan dalam jangka panjang.

Diet tanpa olahraga pada dasarnya mudah dilakukan, asalkan mengetahui caranya. Selain itu juga dituntut untuk disiplin melakukannya demi mencapai hasil yang maksimal. Walau demikian, diet disertai olahraga juga penting karena dengan berolahraga, berat badan yang sudah diturunkan dapat terjaga

Menu Makanan Diet Tanpa Olahraga
Menu Makanan Diet  Tanpa Olehraga
Gambar: programlatihanfisik

Makanan merupakan salah satu dari kebutuhan makhluk hidup setiap hari. Apabila menghindari makanan atau mengurangi sarapan, ini juga dapat menyebabkan penyakit bagi tubuh. Cara yang terbaik adalah dengan tetap melakukan makan, namun tetap dikurangi batas kalorinya.

Namun, berbeda bagi orang diet, ini dikarenakan mereka pasti mempunyai tips-tips makan yang di konsumsi untuk diet. Karena apabila mereka salah memilih menu yang mereka makan ini dapat berbahaya bagi mereka. Nah, berikut tips makanan yang sangat bagus dikonsumsi untuk yang sedang menjalankan diet.

1. Sarapan
Sarapan sangat penting untuk tubuh kita, karena sarapan penting dalam proses penurunan berat badan. Banyak orang yang berfikir bahwa sarapan sangat mempengaruhi badan akan melebar dan cepat sekali gemuk. Padahal sarapan mengawali dari kita puasa pada saat malam hari.

2. Makan Siang
Pada makan siang banyak orang yang selalu makan berlebih karena untuk tidak makan malam, ini biasa dilakukan oleh para pencinta diet. Padahal, makan yang terlalu berlebih juga dapat kelebihan kalori dan akan menjadi tertimbun di badan.

3. Makan Malam
Bagi orang diet mungkin banyak sekali yang menghindari makan malam. Mereka akan menyebut jika makan malam akan membuat badan semakin melebar.

Penyebab Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Cara diet tanpa olahraga dapat mengurangi resiko obesitas. Namun tahukah jika penyebab kegemukan banyak disebabkan oleh faktor makanan hidup sehari-hari. Mungkin sering bertanya-tanya dalam diri mengapa badan lebih besar dari pada orang-orang di sekeliling kita.

Hal ini tentulah memerlukan perhatian khusus, sebab jika tidak maka akan sangat mempengaruhi kesehatan serta mengganggu dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Berikut faktor penyebab badan mulai membesar dan semakin melebar:

1. Genetik
Keturunan atau kita sering sebut dengan genetik ini, memang merupakan salah satu faktor kegemukan juga. Bisa dilihat badan orang tua atau sanak saudara yang lain. Mungkin masih dapat merubah sejumlah variabel anatomi, namun tidak dengan yang lainnya.

2. Lemak
Lemak merupakan salah satu faktor utama dari masalah berat badan. Tubuh yang tidak ideal setiap harinya mengkonsumsi makanan yang berlemak. Pada akhirnya berat badan mulai melebar, dan semakin melebar.

3. Otot
Mengapa otot merupakan salah satu penyebabnya? Alasannya kemungkinan memang memiliki otot yang besar secara alami.

4. Akibat berdiri terlalu lama dan kurang gerak
Berdiri secara berlebihan hanya akan memberi beban pada otot betis dan memberinya paksaan untuk terus menerus menopang berat tubuh.Berikan peregangan dengan cara yang sederhana yaitu carilah tempat yang luas dan teduh lalu duduklah dengan santai agar otot betis merasa kendur dan tidak tegang lagi, agar terhindar dari betis yang besar.

5. Terlalu banyak duduk
Kebanyakan duduk yaitu, salah satu faktor yang menyebabkan badan semakin besar, tetapi betis pun dapat menjadi buncit atau besar. Ini, dikarenakan tulang belakang untuk kita duduk terhambat sehingga daerah sekitar tubuh bawah kita semakin membesar.

6. Menjelang Menstruasi Pada Wanita
Pada saat menjelang atau sedang mengalami menstruasi, hormon estrogen naik. Estrogen berfungsi sebagai insulin, gula darah gampang drop sehingga jadi jauh lebih mudah lapar. perempuan mengalami water retention yakni menahan air dalam jumlah lebih banyak dalam tubuh.

7. Tidur di siang hari
Tidur merupakan kebutuhan manusia untuk beristirahat, namun apabila kita tidur pada saat siang hari itu dapat berdampak dalam kegemukan. Ini terjadi dikarenakan pada tidur siang yang membawa sifat malas seseorang, sehingga orang tersebut menjadi malas dan tidak mau bergerak.

Penyakit Yang Timbul Dalam Berat Badan Yang Berlebih

Seseorang dikatakan mengalami obesitas saat jumlah lemak dalam badannya sudah mengalami kelebihan menurut ukuran ideal. Penyebab adalah karena penebalan zat omentum yang berada di rongga perut. Zat omentum sendiri sebenarnya berguna bagi tubuh untuk melindungi organ bagian dalam kita.

Penyakit yang muncul seperti:

1. Diabetes Militus
Banyak studi mengungkapkan obesitas berkaitan dengan risiko diabetes. Bahkan, jika sudah kena penyakit ini maka bisa menjalar untuk mengalami komplikasi penyakit yang lebih serius. Misalnya serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, hingga kerusakan saraf yang berujung amputasi.

2. Serangan jantung
Penyakit ini yang disebabkan oleh penyumbatan dalam aliran darah, dikarenakan lemak yang tertimbun yang menghambat perjalanan aliran darah.

3. Hipertensi
Hipertensi penyakit ini disebabkan oleh makanan yang tidak teratur atau yang mengandung makanan yang banyak lemak. Penyakit ini juga sering disebut penyakit darah tinggi.

4. Sleep apnea
Penyakit sulit tidur nyenyak dan suka mengorok saat tidur. Ini adalah gangguan pernafasan yang membuat jalan udara seakan berhenti beberapa kali kala terlelap. Sleep apnea dikaitkan dengan kemunculan hipertensi, gagal jantung, dan penyakit lainnya.

5. Asam urat
Penyakit ini yang sering menyerang sendi yang diakibatkan tingginya kadar purin di daerah sendi. Sendi bisa bengkak, memerah, dan nyeri. Mengurangi berat badan bisa menjadi salah satu solusi.

6. Kolesterol tinggi
Kegemukan cenderung memicu tingginya kolesterol jahat (LDL) ketimbang kolesterol baik (HDL). Banyaknya kolesterol jahat menjadi penyebab penyakit kardiovaskular dan stoke.

7. GERD atau refluks asam
Obesitas meningkatkan refluks karena lemak perut memberikan tekanan pada cincin otot yang ada di bawah kerongkongan. Ukuran tabung cincin ini sekitar 10 inci yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Dalam kondisi tidak obesitas, fungsinya mencegah kembalinya asam lambung ke kerongkongan.

8. Osteoarthritis
Kelebihan berat badan menyebabkan sendi mengalami tekanan berlebih untuk menopang tubuh. Akibatnya, dimungkinkan sendi mengalami osteoarthritis yang justru akan merusaknya dalam jangka panjang.

9. Kanker
Penyakit yang dialami oleh obesitas, seranggan jantung, dan hipertensi ini juga akan terus berdampak parah hingga menjadi penyakit kanker.

10. Gagal jantung
Gagal jantung penyakit yang diawali dengan seranggan jantung. Serangan jantung yang keseringingan akan menyebabkan gagal jantung

11. Obesitas
Komsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan gula yang terlalu tinggi ini dapat menyebabkan obesitas. Karbohidrat yang menyebabkan mudah lapar dan singkat kenyangnya singkat.

12. Sindrom Metabolisme
Penyakit ini sama dengan penyakit lain yang disebabkan oleh komsumsi karbohidrat dan gula yang berlebih. Penyakit Sindrom metabolisme ini menyebabkan darah yang ketal, kelelahan otot, dan asam urat.

13. Karies Gigi
Karies gigi merupakan salah satu penyakit jaring keras pada gigi. Akibat kelebihan karbohidrat dan saluran makanan yang tertinggal didalam gigi. Akibatnya saluran enamel hancur dengan sendirinya.

Banyakkan cara bukan yang dapat dilakukan diet tanpa olahraga, ini dapat menjadi tips untuk melakukannya. Dan banyak juga manfaatnya yang dapat diperoleh dari diet tanpa olahraga, tapi dibalik ini juga sudah tahukan penyakit yang sering dialami bagi penderita berbadan berlebihan.