Cara Menulis Surat Pengunduran Diri Dengan Profesional

0
123
Cara Menulis Surat Pengunduran Diri
Cara menulis surat pengunduran diri harus dipahami dengan baik agar keputusan kita tidak terkesan sembarangan dan tanpa alasan.

Dairylounge.com, Setiap orang yang ingin berhenti kerja memiliki beragam alasan mulai dari masalah personal hingga ingin merasakan pengalaman baru di tempat lain. Setelah memutuskan untuk berhenti bekerja, pegawai harus menyiapkan surat pengunduran diri. Cara menulis surat pengunduran diri harus dipahami dengan baik agar keputusan kita tidak terkesan sembarangan dan tanpa alasan.

Mengajukan surat pengunduran diri menjadi cerminan professional anda kepada perusahaan. Segala keputusan yang diambil harus dibarengi dengan nilai-nilai kesopanan, jangan langsung pergi meninggalkan tanggung jawab. Dengan memberikan surat pengunduran diri akan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mencari orang pengganti posisi anda.

Cara menulis surat pengunduran diri yang pertama perlu diperhatikan adalah penggunaan Bahasa yang formal tetapi santai. Mungkin ini menjadi hal yang sepele, tetapi kita harus tetap mempertahankan hubungan dengan atasan kita yang kita, jangan sampai keputusan berhenti kerja membuat hubungan anda renggang dengan para atasan. Hal tersebut bisa dimulai dengan menulis surat pengunduran diri dengan Bahasa yang formal tapi santai. Cantumkan tanggal, nama anda serta jabatan dan alamat lalu tulis nama, jabatan dan alamat yang dituju. Setelah itu anda bisa mulai menulis kalimat pembuka.

Setelah menuliskan kalimat pembuka, tulis alasan yang jelas mengapa anda berhenti bekerja. Selain itu, anda juga harus memberitahu kapan anda akan mulai berhenti bekerja sehingga perusahaan bisa mencari orang pengganti. Sebaiknya anda menuliskan waktu kurang lebih dua minggu setelah surat ini sampai kepada atasan anda. Misalnya: Melalui surat ini, saya (nama anda) bermaksud mengundurkan diri dari (PT atau Nama Perusahaan Anda saat ini) sebagai (Jabatan terakhir anda di Perusahaan) terhitung sejak tanggal (tanggal pengunduran diri).

Selanjutnya, tulis kesediaan anda untuk tetap membantu pekerjaan yang akan ditinggalkan selama proses pengunduran diri sedang berlangsung. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keluar dari pekerjaan bukan beraarti anda melepas tanggung jawab yang masih harus diselesaikan.  Terakhir, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada perusahaan karena telah mengizinkan anda untuk bekerja dan mendapatkan berbagai pengalaman. Hal ini akan memberikan kesan bahwa anda memang menginginkan perusahaan tersebut lebih sukses lagi ke depannya.

Pada bagian akhir surat jangan lupa tuliskan bahwa anda menunggu keputusan atasan tentang pengunduran diri yang diajukan. Tinggalkan nomor telepon atau alamat email agar atasan lebih mudah menghubungi anda. Jika anda lebih nyaman untuk bertemu secara langsung, ajukan tanggal atau waktu yang sesuai. Setelah itu, tuliskan nama dan tanda tangan anda di akhir surat.

Milenial, Generasi yang Suka Pindah Kerja

Milenial dikenal sebagai generasi yang suka menggonta ganti pekerjaan. Bersifat luwes, tak berpikir panjang, bisa jadi penyebab mengapa generasi milenial suka tak kerasan dalam bekerja. Hasilnya, mereka kerap pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Rob Bryson, Country Manager Robert Walters, perusahaan konsultan rekrutmen tenaga kerja menyebutkan generasi milenial jadi kutu loncat sebab mereka tak miliki konsep loyalitas terhadap perusahaan. Mereka dinilai Rob hanya mau kerja selama seluruh keinginannya terakomodasi, termasuk soal eksistensi. Oleh karenanya, internet memang jadi penyumbang terbesar orientasi bekerja generasi milenial, dikutip dari kotan.co.id (22/11/2017).

Menurut survei Gallup, 21 persen generasi milenial bisa berganti pekerjaan dalam 12 bulan terakhir, tiga kali lebih banyak daripada kelompok usia lainnya. Generasi ini pun lebih cenderung terbuka terhadap peluang kerja yang berbeda dari generasi lain. Kebanyakan orang, tidak hanya generasi millenial telah berganti pekerjaan mungkin bisa membuktikan, ada beberapa manfaat nyata untuk strategi karier ini.

Pertama, dan yang paling jelas yakni meningkatkan dana kompensasi. Kedua, ada nilai dalam pekerjaan untuk memperoleh keterampilan baru. Karena generasi milenial terutama masih merupakan anggota baru dari angkatan kerja, mengambil berbagai peran di perusahaan yang berbeda akan menghasilkan keterampilan dan pengalaman baru yang bermanfaat di kemudian hari dalam kariernya. Terakhir, kaum milenial dikenal karena sangat sadar sosial dan bangga serta loyal pada nilai-nilai yang dianutnya.

Dengan bekerja untuk organisasi yang berbeda, Anda memiliki kesempatan untuk menguji kapabilitas dan melihat jenis perusahaan serta industri apa yang memiliki nilai yang selaras dengan milik Anda. “Namun, ada risiko finansial yang datang dengan pekerjaan karena seringnya berganti pekerjaan,” kata Wakil Presiden Senior dan Direktur Penjualan dan Kinerja Strategi PNC Investments Rich Ramassini dikutip dari Daily Herald. “Jika Anda menginginkan peluang baru setiap beberapa tahun, penting untuk menyadari risiko dan strategi yang terkait dengan jalan profesional ini sehingga Anda dapat tetap fokus pada tujuan karir jangka panjang Anda,” seperti yang dikutip dari kompas.com (5/9).

Karakter ‘kutu loncat’ yang dibawa sebagian generasi milenial atau kerap disebut generasi Y ternyata berdampak pada gaya bekerja di perusahaan. Ini memaksa perusahaan mengikuti sifat milenial bila tidak ingin lekas-lekas kehilangan karyawan.