Cara Mengatasi Bayi Kuning dengan Terapi Sinar

0
2
Terapi Sinar dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit bayi kuning

Diarylounge.com, Bayi yang baru lahir rentan terkena penyakit, orang tua dihadapkan oleh berbagai penyakit yang biasanya menyerang buah hatinya saat lahir ke dunia salah satunya adalah Jaundice atau biasa disebut bayi kuning. Salah satu cara mengatasi bayi kuning yaitu dengan Terapi Sinar.

Terapi sinar atau fototerapi adalah salah satu tipe pengobatan pada bayi kuning dengan memanfaatkan bantuan sinar ultraviolet. Terdapat dua jenis fototerapi yaitu Fototerapi Konvensional dan Serat Optik. Pada Fototerapi Konvensional bayi diletakkan di bawah lampu halogen atau lampu neon ultraviolet, agar sinar dapat diserap tubuh melalui kulit. Mata bayi ditutup untuk melindungi lapisan saraf mata dari paparan sinar ultraviolet.

Jenis kedua adalah Fototerapi Serat Optik yaitu perawatan di mana terdapat kabel serat optik pada selimut yang digunakan bayi untuk berbaring. Paparan sinar disalurkan melalui kabel tersebut ke bagian punggung bayi. Perawatan ini umumnya lebih sering digunakan jika bayi lahir secara prematur.

Cara mengatasi bayi kuning yaitu Fototerapi dilakukan di dalam inkubator, prinsipnya ini adalah terapi kulit dengan sinar jadi bayi harus dalam keadaan telanjang hanya menggunakan pampers. Agar tidak kedinginan maka bayi ditaruh di inkubator, sinar blue lite bisa menembus lapisan transparan sehingga sinar blue lite bisa sampai menyentuh kulit  bayi kuning. Mata bayi juga harus ditutup dengan kain warna gelap. Metode ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga professional yakni dokter.

Penyakit bayi kuning adalah kondisi dimana bayi lahir terlihat kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera). Biasanya, kuning pada bayi dapat muncul sekitar hari ketiga setelah kelahiran. Bayi kuning disebabkan oleh kadar bilirubin yang tinggi. Billirubin adalah pigmen berwarna kuning kecokelatan yang ditemukan di dalam empedu, darah dan tinja semua orang.

Bayi kuning dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Fisiologis dan Patologis. Bayi Kuning Fisiologis adalh kondisi dimana terdapat peningkatan volume sel darah (eritrosit), usia sel darah yang pendek, dan belum sempurnanya fungsi hati dalam mengolah bilirubin. Kuning fisiologis ini umumnya akan sembuh sendiri seiring dengan semakin sempurnanya fungsi hati.

Jenis yang kedua adalah Bayi Kuning Patologis, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian golongan darah ibu dan anak. Yang paling sering terjadi bila ibu bergolongan darah  O sedangkan bayinya A atau B. Demikian pula dengan perbedaan rhesus antara ibu dan anak; si ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayinya negatif.

Terjadinya infeksi atau sepsis dan hepatitis juga merupakan pemicu tingginya kadar bilirubin. Khusus kuning patologis perlu dilakukan pemantauan karena umumnya kadar bilirubin mengalami peningkatan sampai hari ke-14 dan tidak akan turun dengan sendirinya. Biasanya juga diiringi gejala lain seperti demam dan berat badan bayi yang tidak mengalami peningkatan.

Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari dengan Tepat

Terdapat cara mengatasi bayi kuning  yang berkembang di masyarakat yaitu menjemur. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua ketika ingin menjemur bayi di bawah sinar matahari. Ikatan dokter Indonesia memberikan beberapa tips untuk menjemur bayi dengan tepat.

Tidak menjemur bayi langsung di bawah sinar matahari. Menjemur bayi di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) selama 10 menit sebanyak 2 kali sehari dipercaya dapat membantu dalam terapi ikterus neonatorum yang ringan. Namun ketika kejadian kanker kulit meningkat pada tahun 1940 dan menjadi epidemik pada tahun 1970, para ilmuwan sadar akan dampak negatif dari sinar matahari. Oleh karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari terutama pada bayi, sangat penting untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Rekomendasi perlindungan terhadap sinar matahari antara lain adalah menggunakan pakaian, memberikan tabir surya (minimal SPF 15) 15-20 menit sebelum paparan, ulangi pemakaiannya setiap 2 jam dan hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore, karena jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi pada periode waktu tersebut.

Para dokter sebaiknya menganjurkan orangtua untuk memakaikan baju, topi dan tabir surya selama menjemur bayinya. Ketika berada di luar, minimalisasi paparan cahaya matahari. Pakai tabir surya dengan SPF 15 atau lebih, dan ulang pemakaian setiap 2 jam atau setelah berkeringat.

Orangtua dengan anak berisiko tinggi terkena melanoma harus dibekali pengetahuan yang cukup tentang paparan sinar matahari yang aman. Anak dengan risiko tinggi antara lain kulit putih, muka berbintik (freckels) dan riwayat keluarga dengan melanoma.

Paparan sinar matahari harus dihindari bayi berusia kurang dari 6 bulan, bayi harus selalu menggunakan pakaian dan topi untuk melindungi kulit. Orangtua boleh memberikan tabir surya saat sinar matahari tidak bisa dihindari dan hanya diberikan pada kulit yang terpapar saja. Pemakaian tabir surya pada bayi prematur dibatasi karena stratum korneumnya yang lebih tipis dapat mengabsorbsi bahan tabir surya lebih banyak.