Cara Memutihkan Gigi Dengan Garam

0
89
Cara Memutihkan Gigi Dengan Garam
Memutihkan gigi dapat dilakukan dengan beragam cara salah satunya dengan garam. Cara memutihkan gigi dengan garam menjadi pilihan bagi anda yang ingin merawat gigi dengan bahan alami

Dairylounge.com, Noda kuning pada gigi kadang menganggu penampilan sebagian orang. Untuk merawat gigi supaya tetap bersih dan putih tidak harus ke klinik gigi dan melakukan perawatan khusus, terdapat bahan-bahan alami yang bisa dimnfaatkan salah satunya adalah garam. Cara memutihkan gigi dengan garam tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

Air garam memiliki beragam manfaat untuk kesehatan gigi dan mulut, yaitu menguatkan gusi, mencegah timbulnya rasa ngilu dan melindungi email gigi serta mengatasi radang tenggorokkan. Saat anda mengalami radang tenggorokkan, berkumur dengan air garam dapat membuat rasa tak nyaman di mulut terobati walaupun hanya untuk sementara waktu. Kandung natrium klorida dan iodium dalam garam telah lama dimanfaatkan untuk kesehatan. Dalam garam juga mengandung flour dan phospor yang bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi serta dapat melindungi email gigi dari kerusakan.

Berikut cara memutihkan gigi dengan garam dan jeruk nipis. Pertama anda harus menyediakan satu sendok garam dapur dan satu buah jeruk nipis. Sebaiknya anda gunakan garam halus daripada garam balok agar tidak perlu menghaluskan garam terlebih dahulu. Selanjutnya, potong jeruk nipis menjadi dua dan peras jeruk tersebut. Sediakan wadah dan campurkan perasan air jeruk nipis dan garam. Setelah diaduk rata, gosok gigi anda dengan menggunakan bahan tersebut dengan menggunakan pasta gigi.

Menggosok gigi dengan campuran garam dan jeruk nipis harus dilakukan secara rutin yaitu sehari dua kali. Anda dapat membedakan warna gigi anda setelah dan sebelum menggosok gigi dengan garam dan jeruk nipis. Sebenarnya garam bisa digunakan sebagai bahan tunggal untuk memutihkan gigi. Caranya adalah campur garam dengan pasta gigi yang biasa kamu pakai. Kemudian sikatlah gigi seperti biasa. Selain bermanfaat untuk membuat gigi jadi cemerlang, garam juga mampu menyembuhkan masalah yang berhubungan dengan gusi. Garam juga bisa dicampurkan dengan bahan lainnya untuk mendapatkan hasil terbaik seperti air lemon, dan baking soda.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, selain rutinitas anda juga perlu mengurangi minuman bewarna gelap seperti soda dan kopi yang dapat meninggalkan noda di gigi. Jika kamu gemar minum wine, soda, teh hitam atau merokok, jangan berharap warna putih gigimu bertahan. Hindari kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang bisa membuat gigimu menguning. Warna makanan atau minuman tersebut bahkan sudah amat pekat sebelum dimakan atau diminum. Bayangkan ketika kamu memakan dan meminumnya? Jika konsumsi makanan dan minuman itu sudah jadi kebiasaan, segeralah menggosok gigi atau minimal berkumur dengan air setelah konsumsi.

Mengkonsumsi sejumlah makanan yang sedikit keras dan renyah bisa membantu membersihkan gigi ketika dikonsumsi. Misalnya apel, wortel mentah, seledri, bahkan popcorn. Untuk hasil terbaik, konsumsilah makanan tersebut di akhir sesi makan sebagai pembersih gigi. Selain itu, untuk mendapatkan gigi yang putih juga dapat dilakukan dengan menggosok gigi. Ada dua waktu krusial dimana kita harus menyikat gigi. Waktu tersebut adalah ketika bangun pagi dan sebelum tidur.

Kesehatan gigi dan mulut orang Indonesia

Kesehatan gigi dan mulut sering kali menjadi prioritas kesekian bagi sebagian orang. Padahal, gigi dan mulut merupakan ‘pintu gerbang’ masuknya kuman dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. Masalah gigi berlubang masih banyak dikeluhkan baik oleh anak-aanak maupun dewasa dan tidak bisa dibiarkan hingga parah karena akan mempengaruhi kualitas hidup dimana mereka akan mengalami sakit, ketidaknyamanan, hingga infeksi akut.

Penyakit gigi dan mulut menjadi penyakit tertinggi ke-6 yang dikeluhkan masyarakat Indonesia dan penyakit dengan peringkat ke-4 penyakit termahal dalam perawatannya.

Penyakit gigi & mulut yang banyak diderita adalah penyakit jaringan penyangga gigi (radang gusi) dan karies (gigi berlubang) serta halitosis (bau mulut) yang semuanya berkaitan erat dengan perilaku membersihkan gigi dan mulut keseharian.

Menurut data dari Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 2013 prevalensi nasional masalah gigi – mulut adalah 25,9%, prevalensi pengalaman karies adalah 72,3%, prevalensi nasional karies aktif adalah 53,2%. Dengan demikian masih diperlukan berbagai upaya untuk memperbaiki tingkat kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

Sampai saat ini masyarakat Indonesia masih terhenti sampai tahapan menyikat gigi. Padahal berkumur dengan mouthwash dinilai penting . mengingat gigi hanya menjadi  25% bagian dari keseluruhan rongga mulut. Sikat gigi, Kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)  Farichah Hanum, Mkes, tidak dapat menjangkau seluruh area rongga mulut, terutama area rentan pembentukan plak seperti sela gigi dan gusi.

Setiap orang ingin mempertahankan kesehatan dan keindahan gigi sebab gigi berfungsi oral dan estetika. Sayangnya peningkatan layanan kesehatan gigi belum merata serta kebutuhan akan kemudahan akses untuk mengembangkan profesionalisme dokter gigi dan tenaga kesehatan gigi lainnya perlu dilakukan di Indonesia.